FaktualNews.co

Mengenal Program ‘Safety for Internet and Akhlak Go to School’ Disdik Sumenep

Advertorial     Dibaca : 676 kali Penulis:
Mengenal Program ‘Safety for Internet and Akhlak Go to School’ Disdik Sumenep
FaktualNews.co/Supanji/
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bambang Irianto.

SUMENEP, FaktualNews.co – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak hanya berkomitmen menghadirkan program digital di lingkungan sekolah sebagai bahan pembelajaran antara siswa dan gurunya.

Namun, dinas pendidikan berusaha memberikan bekal akhlakul karimah yang cukup bagi siswa, dalam menghadapi dunia digital tersebut. Itu pula yang menjadi alasan, program pendidikan berbasis digital school dan pendidikan akhlakul karimah menjadi satu paket.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Kami ingin siswa tidak hanya sebatas menguasi teknologi, tapi juga dibekali akhlakul karimah untuk memfilter pemanfaatannya. Sehingga, digital yang hadir di sekolah dan digunakan siswa dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bambang Irianto.

Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (PRKP) dan Cipta Karya ini pun menjamin, siswa tetap aman dari penggunaan digital seperti internet.

“Disdik menjamin, siswa aman dari penggunaan internet. Karena bekal ahlak akan mendorong siswa semakin baik. Karena, telah ada pendidikan akhlak yang sudah diterima siswa. Jadi, siapkan akhlak untuk menuju digital school,” imbuhnya.

Oleh karenanya, dari rancangan program smart digital school dan akhlakul karimah, kemudian muncul tagline ‘Safety for Internet Go to School’ dan ‘Safety Akhlak Go to School’.

Sebagaimana diketahui, program smart digital school menggunakan teknologi, namun berbasis offline, bukan online.

Laju teknologi itu, lanjut Bambang, tidak bisa dibendung. Justru harus dikenalkan dan siswa harus bisa memahami, kemudian diberi bekal supaya tidak menyalahgunakan kepada hal-hal yang tidak baik.

“Bekal itu akan membuat siswa mengerti cara menggunakan teknologi digital yang tepat. Misalnya untuk kepentingan belajarnya. Kalau di sekolah diberi pendidikan akhlak memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar, insya Allah akan lahir pelajar yang ulul albab,” pungkasnya. (*)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...