FaktualNews.co

Upaya KPK Miskinkan Bupati Nonaktif Mojokerto, Kejar Aset Hasil TPPU

Kriminal     Dibaca : 1158 kali Penulis:
Upaya KPK Miskinkan Bupati Nonaktif Mojokerto, Kejar Aset Hasil TPPU
FaktualNews.co/Fuad Amanullah/
Sekdakab Mojokerto Herry Suwito usai di periksa KPK di lantai dua di gedung Polres Mojokerto kota.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Komisi Pemberantasan Korupsi, terus menelusuri aset terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Hingga Kamis (04/07/19) malam, perjabat teras pemkab Mojokerto, rekanan hingga pihak perusahaan PT Musika terus dilakukan periksaan untuk mengungkap sumber uang MKP. Salah satu diantaranya Sekdakab Mojokerto Herry Suwito.

Dalam pemeriksaannya kali ini, Herry tergolong cukup lama sekitar lima jam. Dia yang hadir sekitar pukul 12.45 Wib baru keluar ruang pemeriksaan di lantai dua mapolresta sekitar pukul 17.30 Wib. “Iya, pemeriksaan cukup lama karena saya harus menunjukkan data-data,” ungkapnya.

Disebutnya, kehadirannya kali ini tidak lagi hanya sebatas memberikan data kepegawaian ke penyidik KPK, melainkan lebih pada klarifikasi perihal surat pengangkatan Bupati dan daftar gaji, dan tunjangan bupati sejak 2010.

“Aset bukan urusan saya. Saya lebih pada SK pengangkatan, gaji dan tunjangan Bupati,” terangnya. Di singing apakah juga mengembang ke jual beli jabatan, Herry menegaskan tidak.

Tak hanya itu, Kadinsos Kabupaten Mojokerto Lutfi Arino juga nampak hadir untuk penuhi panggilan penyidik. Hanya saja, kehadiran mantan kadis PU Binamarga itu tak begitu lama. Dia yang hadir bersamaan dengan kontraktor Ayum Busono Listiawan sekitar pukul 16.00, tak lama kembali turun. “Tidak ada apa-apa. Tidak ada yang ditanyakan dan siperiksa,” kata Lutfi sembari menghindari pertanyaan awak media.

Ditengah pemeriksaan pejabat teras dan kontraktor hingga manager Musika, KPK juga terus mengembangkan sitaannya. Salah satunya di wilayah Mojosari,  penyidik KPK yang dikawal sejumlah personil kepolisian kembali menyita aset tanah dan rumah atas nama orang dekat MKP yang akrap dipanggil Nono. Keempatnya kini juga sudah dipasang plakat penyitaan olah KPK. “Dua bangunan dan dua lahan kosong ini masuk Desa Seduri, Mojosari. Kesemuannya dengan nama nono,” ungkap sumber terpercaya.

Tak hanya,  di Mojosari, KPK juga melakukan pemasangan plakat di lahan kosong milik MKP di area Puri, Trawas, dan Ngoro. Tak berhenti sampai disitu, penyitaan aset bergerak berupa puluhn truk juga dilakukan KPK hari ini. Hanya saja, hingga tadi malam keberadaan truk tersebut masih belum diketahui lantaran masih dilakukan kroscek oleh penyidik KPK. Puluhan truk itu tentunya menjadi sederet aset MKP yang disita oleh lembaga super bodi tersebut. “Tapi yang jelas, besok ada 10 truk yang akan dibawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) di Sooko. Sekarang (tadi malam) truknya masih di data,” tandasnya.

Sementara itu, dari sumber informasi terpecaya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menyita puluhan dump truk. “Iya saya tadi melihat, tumpukan buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) dan tumpukan surat tanda nomor kendaraan (STNK) kendaraan dump truk di serahkan ke penyidik,” terangnya sumber terpercaya.

“Iya saya melihat dia tadi membawa surat surat seperti BPKB di masukkan kedalam keresek warna hitam,” jelasnya. Dia juga menegaskan, jika surat surat tersebut merupakan surat surat kendaraan yang ada di Daerah Terusan, (Kota Mojokerto).

Sampai saat ini, tim penyidik KPK masih terus melakukan pemeriksaan di aula lantai dua Polres Mojokerto kota. Nampak dalam pemeriksaan tersebut yakni Sekertaris Daerah Kabupaten Mojokerto Heri Suwita, Muhammad Lutfi kepala PU, dan Ayub Kontraktor serta Lutfi mantan ajudan MKP dan juga meneger PT Musika

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul