FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Walikota Risma Enggan Tanggapi Kisruh PDI Perjuangan Kota Surabaya

Politik     Dibaca : 141 kali Jurnalis:
Walikota Risma Enggan Tanggapi Kisruh PDI Perjuangan Kota Surabaya
FaktualNews.co/mukhamad dofir
Walikota Surabaya Risma

SURABAYA, FaktualNews.co – Kisruh kepengurusan di tubuh PDI Perjuangan Kota Surabaya terkait penunjukan Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC belum mereda. Sejumlah pengurus di tingkat PAC partai berlambang kepala banteng bermoncong putih tersebut cenderung mendukung sosok Whisnu Sakti Buana, sebagai pemegang kendali partai di kota pahlawan.

Lalu, bagaimana komentar Walikota Tri Rismaharini, selaku kader PDI Perjuangan menanggapi gonjang-ganjing di tubuh partai yang telah mengantarkannya sebagai orang nomor satu di Surabaya?

Ternyata, walikota perempuan pertama di Surabaya ini enggan menanggapi kemelut yang terjadi pada partainya. Berdalih habis sakit, Risma, begitu biasa disapa, terkesan menghindar kala ditanya soal DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Aku ora ngerti opo-opo, aku lara e (Saya tidak tahu apa-apa, saya sakit,” ucap Risma usai menghadiri sidang paripurna bersama DPRD Kota Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Sambil berlalu meninggalkan awak media, ia menegaskan, dirinya tidak tahu permasalahan yang ada. “Aku ora eroh opo-opo, ora eroh blass (Saya tidak tahu apa-apa, saya tidak mengerti sama sekali),” kilahnya.

Untuk diketahui, Adi Sutarwijono ditunjuk DPP PDI Perjuangan menjadi ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya selama lima tahun ke depan. Adi menggantikan Whisnu Sakti Buana yang telah memimpin DPC PDI Perjuangan Surabaya selama dua periode kepemimpinan sebelumnya.

Penunjukan Adi Sutarwijono tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Surabaya, Minggu (7/7/2019).

Megawati menugaskan dua ketua DPP, yaitu Nusyirwan Soejono dan Ribka Tjiptaning, untuk menyampaikan keputusan DPP yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Keputusan ini pun memantik protes sejumlah perwakilan pengurus PAC PDI Perjuangan hingga terjadi kekisruhan kepengurusan di Kota Surabaya.

 

 

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...