FaktualNews.co

Permintaan Tinggi, Cabe Banyak Yang Mati, Petani Blitar Merugi

Ekonomi     Dibaca : 223 kali Jurnalis:
Permintaan Tinggi, Cabe Banyak Yang Mati, Petani Blitar Merugi
FaktualNews.co/Dwi Hariyadi
Lahan tanaman cabe di Desa Talun Kecamatan Talun Kabupaten Blitar

BLITAR, FaktualNews.co – Akibat kemarau panjang membuat petani cabe di Desa Talun Kecamatan Talun Kabupaten, Blitar terancam gulung tikar. Dampak kemarau saat ini membuat tanaman cabe mulai mengering dan bisa di pastikan gagal panen.

Seorang petani cabe Wahyudi mengatakan, saat ini dia mengeluh karena tanaman cabe miliknya mulai mengering karena kekurangan air.

“Kali ini di pastikan saya rugi mas. Cabe sekarang harganya bagus bisa sampai empat puluh ribu per kilogram, tapi tanaman saya malah kering kekurangan air,” kata Wahyudi, Jumaat 12/7/2019

Menurut perhitungannya, andai tanaman cabenya bisa bagus saat ini dia bisa untung, karena tingginya permintaan. Tapi yang terjadi tidak seperti yang diharapkan. Tanaman cabenya kering dan pohonya juga sudah mulai banyak yang mati.

“Kalau dapat air dipastikan saat ini pasti untung banyak. Karena sebelumnya saya sekali petik dapat dua puluh kilogram hingga lima puluh kilogram. Kalau sekarang dengan harga Empat puluh ribu saya bisa untung banyak, ” Ujar Wahyudi

Saat ini harga cabe di pasaran mencapai lima puluh ribu di pasar. Sedangkan dari petani harga cabai 40 hingga 45 ribu per kilogramnya.

 

 

Caption  : Tanaman cabe milik petani Blitar yang mengering karena kekurangan air akibat kemarau

 

Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...