FaktualNews.co

Jelang Konferwil Jatim, Ketua Ansor Pamekasan: GP Ansor Jatim Butuh Pemimpin Milineal

Politik     Dibaca : 120 kali Jurnalis:
Jelang Konferwil Jatim, Ketua Ansor Pamekasan:  GP Ansor Jatim Butuh Pemimpin Milineal
FaktualNews.co/Mulyadi/
Ketua Ansor Pamekasan, Syaifudin.

PAMEKASAN, FaktualNews.co – Menjelang Konferensi Wilayah (Konferwil) PW GP Ansor Jatim tanggal 28 Juli mendatang, Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Saifudin, angkat bicara terkait kriteria calon yang akan menahkodai Ansor Jatim.

“Ada beberapa kriteria pemimpin yang dibutuhkan ansor Jawa timur. Di antaranya muda, tuntas kaderisasi dan komitmen menangkal paham radikalis,” kata Saifudin kepada FaktualNews.co, Rabu (17/07/2019).

Pria yang biasa disapa Syafik tersebut menjelaskan, calon ketua Ansor Jatim harus mampu melayani dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kebutuhan Ansor.

Terutama dalam hal memerangi dan menangkal paham radikalisme yang mulai berkembang di masyarakat. “Ansor Jawa Timur harus mampu menangkal gangguan paham radikalisme,” katanya.

Selanjutnya, sambung Syafik, calon Ketua Ansor Jatim dituntut untuk mampu mempetakan dan membina kader dengan baik. Sehingga nantinya akan banyak Ansor yang potensial dan mampu bersaing di pasar bebas terutama di era pasar bebas (MEA).

“Mampu mengembalikan kejayaan Ansor Jawa Timur untuk menjadi PW. Ansor yg menjadi barometer Nasional,” ujar pria yang yang juga caleg jadi untuk DPRD Pamekasan ini.

Selain itu, Syafik menginginkan agar ketua Ansor Jatim muncul dari kalangan muda atau milineal yang mempunyai semangat tinggi untuk mengembalikan kejayaan Ansor Jatim serta sudah selesai mengikuti semua tahapan kaderisasi.

“Ketua Ansor Jatim punya ikhtiar menjadikan kaderisasi sebagai agenda utama. karena Ansor organisasi Kader,” katanya.

Pria kelahiran Pamekasan terbaru berharap, agar Konferwil Ansor Jatim mampu menjadi ajang untuk menebarkan kebaikan terhadap bangsa, agama dan masyarakat luas. Sebab, Konferwil bukan ajang untuk merebut kekuasaan.

“Mudah-mudahan Konferwil menjadi ajang untuk pastabikul khoirot. bukan kompetisi merebut kekuasaan,” tandasnya.

 

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...