Kriminal

Musim Panen, Petani Mojokerto Dihantui Maling Gabah

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Aksi pencurian di wilayah hukum Polres Mojokerto masih marak. Tidak hanya mobil dan motor yang menjadi sasaran kawanan maling, pencuri juga menyasar hasil panen padi milik petani.

Seperti yang dialami Mahsufah (50), warga Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, misalnya. Dia harus rela kehilangan 15 karung gabah dari hasil panennya.

Demikian juga yang dialami Rustin (35), warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Puluhan karung hasil panen yang belum sempat dimasukkan rumah itu berkurang 29 diambil pencuri.

Ditemui di rumahnya, Masrifah mengatakan, perkiraan waktu pencurian gabah miliknya terjadi malam hari sebelum subuh. Ia mengaku baru tahu kalau gabahnya hilang sekitar pukul 05.30 pagi. “Ada 15 karung yang hilang. Kira-kira bobotnya ya delapan kwintal,” kata Masrifah.

Dia tidak menduga akah kehilangan gabah. Sebelumnya, setiap sehabis panen gabah selalu diletakkan di luar rumah. Kalau sudah benar-benar kering baru dimasukkan rumah atau dijual pada tengkulak.

Informasi yang berhasil diperoleh di lapangan, pencurian di rumah Masrufah itu terekam kamera CCTV (Closed Circuit Television) milik tetangganya. Dalam rekaman tersebut diketahui sebuah mobil Grand Max pikap warna hitam berada di sekitar lokasi kejadian.

“Jelas pakai mobil. Di depan rumah juga ada ceceran gabah dan bekas ban, selain itu juga diperkuat hasil rekaman CCTV milik tetangga. Pokoknya setelah mencuri, mobil melaju ke utara atau Mojosari. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 dini hari,” terang Masrufah.

Sementara pencurian gabah milik Rustin di wilayah Kecamatan Kutorejo diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Aksi mereka juga sempat terekam CCTV. Pada malam yang sama, sebuah mobil pikap Grand Max warna hitam gang desa.