FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pelaku Cabul Belasan Siswa di Surabaya, Dua Kali Gagal Menikah

Peristiwa     Dibaca : 918 kali Penulis:
Pelaku Cabul Belasan Siswa di Surabaya, Dua Kali Gagal Menikah
FaktualNews.co/Dofir/
Tersangka ketika dihadirkan dalam rilis di Mapolda Jatim.

SURABAYA, FaktualNews.co – Fakta kehidupan pribadi Rahmat Santoso Slamet alias Memet (30), tersangka kasus pencabulan 15 siswa laki-laki lima SMP dan satu SD di Surabaya, terkuak.

Selain pernah menjadi korban kasus serupa, tersangka juga diketahui pernah dua kali gagal menikahi gadis pujaannya.

“Dulu tersangka sudah bertunangan tapi nggak jadi, dua kali gagal,” ucap SR (55), bibi tersangka kepada media ini, Rabu (24/7/2019).

Namun, SR tidak mengetahui penyebab pasti gagalnya rencana pernikahan keponakannya itu. Hanya saja, ia menduga ada ketidakcocokan diantara Memet dengan tunangannya tersebut.

“Ya pas tak tanya, mbah, kan panggilannya dikeluarga itu mbah, kenapa kok ndak jadi nikah. Jawabnya, halah ndak cocok bu lik,” tandasnya.

Jawaban yang sama juga disampaikan kedua orang tua Memet, ketika para kerabat bertanya soal penyebab tidak berlanjutnya pertunangan anaknya itu ke jenjang pernikahan.

“Ibunya kalau ditanya juga begitu jawabnya, wes emboh (ndak tahu),” lanjut SR.

Meski begitu, ia dan keluarga keberatan bila Memet dianggap memiliki kelainan orientasi seksual lantaran semua korban cabul merupakan laki-laki. Pasalnya, keseharian pelaku tidak menunjukkan ciri-ciri penyuka sesama jenis. Yang menurut SR, identik bersikap seperti perempuan.

“Nggak kelihatan cewek, biasa saja orangnya. Seperti laki-laki lain begitu,” kata SR.

Mengenai sosok pelaku. SR menyampaikan, setiap hari Memet dikenal sebagai orang yang baik, suka menolong saudara maupun tetangga yang membutuhkan. Terutama kepada kedua orang tua, yang bekerja sebagai pengumpul sampah kelurahan setempat.

Dimata keluarga, Memet juga dikenal sebagai sosok pekerja keras. Hanya saja, yang bersangkutan tak pernah cocok ketika bekerja sebagai karyawan. Lain halnya saat tersangka menjadi pembina Pramuka di sekolah-sekolah yang ada di Surabaya. Kata SR, Memet terlihat menyukai pekerjaannya itu.

“Kalau bekerja dimana begitu, ndak pernah lama. Ya jadi Pembina Pramuka ini kelihatannya sesuai,” ujarnya.

Ia pun tak menampik, jika pelaku dikenal dekat dengan anak-anak dan terlihat sangat peduli kepada murid-muridnya.

“Anak saya semua pernah jadi muridnya, ia dekat dengan anak-anak,” tutupnya.

Untuk diketahui, Memet dibekuk Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim pada hari Kamis, tanggal 18 Juli 2019. Penangkapan terjadi, setelah petugas kepolisian menerima tiga laporan masyarakat atas dugaan perbuatan cabul yang dilakukan tersangka.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, Memet mengaku telah mencabuli sedikitnya 15 siswa laki-laki di lima SMP dan satu SD di Surabaya sejak pertengahan tahun 2016 lalu. Semua perbuatan nista tersebut juga diakuinya dilakukan di rumah tersangka.

Sejumlah barang bukti disita dari ungkap kasus ini. Meliputi, data diri korban, handphone dan vavor milik tersangka.

Untuk menjerat pelaku, penyidik kepolisian menyiapkan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin