FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Desa Pulogedang dan Dua Madrasah di Jombang, Raih Penghargaan Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi

Advertorial     Dibaca : 1066 kali Penulis:
Desa Pulogedang dan Dua Madrasah di Jombang, Raih Penghargaan Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi
FaktualNews.co/Istimewa/
Wabup Jombang, Sumrambah (nomor tiga dari kiri) bersama Kades Pulogedang, MAN 7 dan MTS Al Hikam, saat menerima penghargaan Lingkungan Hidup tingkat provinsi, di Probolinggo.

JOMBANG, FaktualNews.co – Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tingkat Provinsi Jawa Timur. Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meraih penghargaan desa berseri tingkat pratama

Selain Desa Pulogedang, dua sekolah madrasah di Jombang juga berhasil menyabet penghargaan lingkungan hidup ini.  Yakni MTS Al Hikam Jatirejo, Diwek dan MAN 7 Keboan, Jombang. Dua sekolah ini meraih penghargaan adiwiyata tingkat provinsi.

Penghargaan adiwiyata tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Jombang, Sumrambah dan perwakilah sekolah, pada puncak peringatan Hari Lingkungam Hidup sedunia yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (28/7/ 2019) kemarin.

Sedangkan, untuk Desa Berseri tingkat pratama, diserahkan sehari sebelumnya dalam kegiatan Sarahsehan di Kabupaten Pasuruan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, mengaku sangat bangga dengan apa yang diraih Desa Pulogedang maupun dua sekolah yang dinobatkan sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi ini.

Diapun berharap, penghargaan ini bisa memberikan motivasi sekolah maupun desa lainnya sehingga semakin menambah rasa cinta mereka kepada lingkungannya.

“Saya sampaikan terima kasih kepada para penerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata dari Kabupaten Jombang. Semoga penghargaan dan apresiasi ini makin memotivasi sekolah-sekolah lainnya yang ada diJombang dan makin menjadikan pola hidup masyarakat cinta akan lingkungan, “ujar Sumrambah.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta para pelaku industri untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tidak hanya itu, Khofifah juga mengimbau para pelaku usaha menggunakan teknologi ramah lingkungan hingga menghentikan pencemaran lingkungan.

“Terutama mengenai pengurangan pengunaan plastik, penggunaan teknologi ramah lingkungan serta tidak melakukan pencemaran lingkungan,” tutur Gubernur Khofifah.

Dipaparkan Khofifah, bahwa merujuk data World Health Organization (WHO), setiap tahun ada sekitar 7 juta orang meninggal karena polusi udara. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen berada di Asia Pasifik.

“Sedangkan data di Indonesia, ada sekitar 62.000 penduduk yang meninggal karena polusi udara,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim sudah menempuh langkah kerjasama dengan pihak lain dalam pelestarian sungai. Salah satu sungai yang sudah dilestarikan yaitu Sungai Brantas.

“Kami juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan dalam pelestarian sungai atau disebut Adopsi Brantas,” beber usai menandatangani MOU.

 

.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin