FaktualNews.co

Nongkrong di Warung Kopi, Belasan Pelajar dan Anjal Diciduk Satpol PP Kota Mojokerto

Pendidikan     Dibaca : 488 kali Penulis:
Nongkrong di Warung Kopi, Belasan Pelajar dan Anjal Diciduk Satpol PP Kota Mojokerto
FaktualNews.co/Amanu/
Pelajar dan anak jalanan diperiksa di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Sebanyak 13 pelajar dan anak jalanan (Anjal) digiring anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Mereka, dianggap menganggu ketertiban dan membolos saat jam pelajaran, Selasa (30/07/19)

Para pelajar terjaring satpol PP di jalan sepi tepatnya di belakang SMP 5 dan sebuah warung kopi. Mereka beralasan sedang jam kosong, sehingga mereka memilih keluar.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Sementara para anak jalanan diamankan anggota Satpol PP saat berkeliaran di sepanjang trotoar Kota Mojokerto. Petugas harus kejar-kejaran dengan anak jalanan sebelum kemudian berhasil menangkap beberapa diantarnya.

Sekertaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono mengatakan, belasan pelajar maupun Anjal yang terdiri dari 8 pelajar SMA di Kota Mojokerto dan lima anak jalanan diamankan di kantor Satpol PP.

“Kesalahan mereka membolos saat jam pelajaran berlangsung, dan yang anak anjal kita amankan karena mendapatkan laporan dari masyarakat, keberadaan mereka dianggap menganggu ketertiban,” ungkapnya, Selasa (30/7/2019).

Selain diberi pembinaan, menurut Sugiono, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Untuk para pelajar kita akan kembalikan kesekolah masing masing, terserah gurunya mau memberikan sangsi apa kepada para pelajar ini,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, lima anak Anjal yang terjaring yang berasal dari Jombang dan Mojokerto. “Rencanaya akan kami antarkan pulang ke rumah masing-masing, sebab mereka tidak memiliki tanda identitas sehingga tidak bisa jika kita panggil orang tuanya,” tegasnya.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...