FaktualNews.co

Belanja APBD-P 2019 Naik, DPRD Nilai OPD Kabupaten Blitar Minim Serapan

Parlemen     Dibaca : 510 kali Penulis:
Belanja APBD-P 2019 Naik, DPRD Nilai OPD Kabupaten Blitar Minim Serapan
FaktualNews.co/Meidian Dona Doni
Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co- Anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) menunjukkan peningkatan di sektor belanja daerah. Maka perlu diimbangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan serapan.

APBD-P Pemkab Blitar sendiri memproyeksikan belanja meningkat sebanyak 6,79 persen atau meningkat sekitar Rp 169 miliar.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Dalam Paripurna Pandangan Fraksi tentang Ranperda APBD-P 2019 Rabu (31/7/2019), mayoritas fraksi menyoroti rendahnya serapan OPD di Kabupaten Blitar.

Sebab di tahun anggaran sebelumnya saja, Sisa Lebih Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa) mencapai Rp 277 miliar.

“Semua fraksi tadi menyayangkan serapan rendah. Tentunya kita akan meminta penjelasan, belanja yang meningkat ini apakah bisa betul dikerjakan dan tidak meninggalkan Silpa di akhir tahun,” kata Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto.

Suwito menambahkan fraksi-fraksi juga meminta dengan belanja meningkat perlu diimbangi pendapatan daerah juga meningkat. Salah satunya dengan memakaimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurutnya BUMD di bawah Pemkab Blitar saat ini masih belum memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) secara maksimal.

“Tinggal bagaimana kemauan Pemkab Blitar memberdayakan BUMD-nya. Padahal potensi BUMD ini besar dan bisa digali PADnya dengan sistem bagi hasil misalnya,” jelas Suwito.

Bupati Blitar Rijanto menerima masukan dari fraksi-fraksi DPRD. Dia berkilah, pelaksanaan pekerjaan sering terhalang prosedur seperti proses lelang atau tender proyek.

Akibat seringnya gagal lelang atau lelang ulang membuat serapan belanja menjadi rendah.

“Kita ini terbentur prosedur seperti semua proyek fisik harus lewat tender. Kita terima masukan-masukan tadi untuk lebih baik,” kata Bupati Rijanto.Blitar

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...