FaktualNews.co

Buntut Dugaan Mantan Kasun di Jombang Asusila, Sekdes Merasa Diancam, Pidanakan Warganya Sendiri

Kriminal     Dibaca : 142 kali Jurnalis:
Buntut Dugaan Mantan Kasun di Jombang Asusila, Sekdes Merasa Diancam, Pidanakan Warganya Sendiri
FaktualNews.co/muji lestari
Sekdes Banyuarang Ngoro, Nasrudin Abid, menunjukkan tanda terima laporan dari Polres Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co-Merasa mendapat ancaman, Nasrudin Abid, Sekretaris Desa (Sekdes) Banyuarang Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur, melaporkan warganya sendiri, ke polisi.

Warga yang dilaporkan berinisial AM, tak lain adalah orang tua dari AF, mantan Kepala Dusun (Kasun) Banyuarang, Desa Banyuarang.

Dalam laporannya, sekdes mengaku diancam AM saat berada di Kantor Inspektorat Kabupaten Jombang, seminggu lalu.

Saat itu, Sekdes Nasrudin dan AM mendatangi Kantor Inspektorat, memenuhi panggilan Inspektorat, dengan agenda kesaksian atas kasus dugaan  asusila yang menjerat mantan Kasun AF.

Sebenarnya, keduanya diperiksa secara terpisah di dua ruangan. Sekdes Nasrudin diperiksa kesaksiannya sebagai aparat desa yang menerima surat pengunduran diri AF dari jabatan kasun.

Setelah dirinya kelar memberikan keterangannya kepada petugas Inspektorat, Nasrudin dipertemukan dengan AM untuk kepentingan klarifikasi.

Keduanya lantas bertemu di sebuah ruangan yang sama bersama tiga petugas Inspektorat.

Di tengah proses konfirmasi itulah, Nasrudin mengaku dimaki-maki AM dengan berbagai macam kata-kata kotor, kasar, yang dinilai sangat tidak etis.

Bahkan, dia juga mengaku diancam terlapor. Sehingga hal ini cukup meresahkan dan menggangu, serta mengancam jiwanya.

“Saat itu saya diumpat dengan kata-kata goblok, gila dan banyak lagi. Saya diancam, ‘awas kalau kamu pulang dari sini, mati kamu!!” ujar Nasrudin, saat di Polres Jombang, Kamis (8/8/2019).

Nasrudin sendiri mengaku, melapor ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres pada 29 Juli lalu, seusai diperiksa di Inspektorat.

Kedatangan Nasrudin ke polres hari ini, untuk menyakan perkembangan laporannya satu minggu lalu. Dia berharap polisi segera memproses kasus tersebut.

Nasrudin mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab dirinya dimaki dan diancam AM itu.

Disinggung barang bukti apa saja yang dilampirkan, dia mengaku belum bisa membebernya.

Hanya saja, dia akan meminta kesaksian petugas Inspektorat yang kebetulan saat kejadian menyaksikan secara langsung apa yang dia alami.

“Waktu saya mau rekam, saya dilarang petugas Inspektorat. Ada tiga orang waktu itu, saya diminta tenang dan menahan diri. Tapi nanti jika diperlukan saya akan meminta kesaksikan beliau-beliau itu,” tandasnya.

Selain merasa terancam, upaya hukum ini ditempuh Nasrudin agar bisa dijadikan pembelajaran bagi masyarakat lain, supaya menghadapi segala persoalan dengan legowo dan santun dan melalui prosedur.

“Kalau seperti itu, apalagi agenda pemeriksaan di Inspektorat, harusnya yang sopan. Dihadapi secara diplomatis bahasanya, saya khawatir sekarang malah melebar ke mana-mana masalahnya,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengaku belum mengetahui laporan kasus dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman ini.

Hanya saja, dia memastikan melakukan proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku jika mendapat laporan masyarakat seperti kasus tersebut.

“Berkasnya belum masuk ke saya, saya akan cek dulu. Yang jelas semua laporan masyarakat kami proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya melalui ponselnya.

Nasrudin menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat AF, mantan Kasun Banyuarang terjerat sebuah kasus. Dia diduga melakukan tindak pidana asusila terhadap salah satu warganya.

Kasus ini sempat mengundang perhatian masyarakat setempat, hingga banyak pihak terkait melakukan upaya guna mencari jalan keluar.

Buntutnya, mantan Kasun AF mengakui semua perbuatannya dan akhirnya berinisiatif mengundurkan diri dari jabatanya. AF kemudian membuat surat pernyataan mundur dirinya secara sukarela dan diserahkan secara langsung kepada Sekdes Nasrudin.

“Mediasi atau Musyawarah di tingkat desa melibatkan semua komponen sudah dilakukan. Yang bersangkutan mengakui perbuatannya, saya selaku sekdes hanya menerima surat pengunduran diri itu. Kemudian saya tanda tangani secara administratif.  Saya sebagai sekdes juga sebagai penerima, itu saja,dan itu dia buat sendiri tanpa paksaan siapa pun,” pungkasnya.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...