FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Perayaan HUT RI ke 74

Pemuda Lamongan Persembahkan Karya ‘Garudaku’, Karya Seni Berbahan Puntung Rokok

Sosial Budaya     Dibaca : 122 kali Jurnalis:
Pemuda Lamongan Persembahkan Karya ‘Garudaku’, Karya Seni Berbahan Puntung Rokok
FaktualNews.co/Ahmad Faisol
Garudaku, karya M. Ghufron Rosyadi Husaini, warga Dusun Podo, Desa Glagah, Kecamatan/Kabupaten Lamongan

LAMONGAN, FaktualNews.co – Banyak cara menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia. Apa yang dilakukan M. Ghufron Rosyadi Husaini (25) warga Dusun Podo, Desa Glagah, Kecamatan/Kabupaten Lamongan ini barang kali termasuk salah satu cara unik dalam menyambut HUT RI ke 74. Dia membuat lambang Pancasila dari ribuan sampah puntung bekas rokok.

Gagasan awal membuat replika lambang negara dengan ribuan puntung itu rokok itu, sebagaimana dikisahkan Ghufron, karena dirinya selama ini prihatin menyaksikan banyak sampah yang tidak didaur ulang, termasuk puntung rokok.

 

Garudaku, karya M. Ghufron Rosyadi Husaini, warga Dusun Podo, Desa Glagah, Kecamatan/Kabupaten Lamongan

“Banyak yang menganggap putung rokok cuma sebatas sampah. Oleh karena itu lewat karya ini saya mencoba membuat eksperimen untuk menjadikan puntung rokok bekas sebagai media dasar bahan keterampilan seni,” ungkap Ghufron yang berprofesi sebagai guru seni ini, Minggu (11/08/2019).

Bertepatan di Hari Kemerdekaan, lanjut Ghufron, dirinya ingin menciptakan sesuatu karya yang berbeda yakni tidak hanya keindahanya tapi terselip pesan. “Karya ini tidak hanya soal keindahan, tapi terutama untuk memotivasi bagi kaum muda generasi bangsa,” jelasnya.

Lebih jauh Ghufron mengaku, meski dirinya tidak perokok tapi dia ingin menikmati rokok, itu dengan cara yang berbeda, “Saya ingin menikmati rokok dengan memanfaatkan sisa pangkal batangnya hingga menjadi sesuatu yang beda dan bernilai seni,” terangnya.

Untuk membuat karya berbahan puntung rokok itu, pertama kali Ghufron harus mengumpulkan bahannya dengan mencari puntung rokok bekas di warung-warung kopi. Setelah itu dia mencucinya dengan air dan mengeringkannya selama satu hari.

Sambil menunggu bahan dasarnya kering, dia menyiapkan lem dan kanvas atau triplek sesuai dengan ukuran dan gambar pola yang diinginkan. Baru setelah kering dia menempelkan puntung rokok satu persatu mengikuti pola gambar yang sudah di tentukan. Setelah dikeringkan selama 1x 24 jam, baru kemudian diolesi vernis dan dibingkai agar awet.

Replika lambang Negara berbahan puntung rokok itu dia diberi judul Garudaku. Sebelumnya, pemuda asal Lamongan ini telah membuat beberapa karya seni seperti,  Merajut Asap, yang dibuat dari bahan rokok, DEFORESTASI dari media daun bambu, RIMBA ALAM-ku dengan media cendela kayu dan PLAY and Be HAPPY yang dia buat dari ampas kopi.

 

Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...