FaktualNews.co

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi Baru Lahir di Nganjuk, Tersangka Peragakan 25 Adegan

Kriminal     Dibaca : 221 kali Jurnalis:
Rekonstruksi Pembunuhan Bayi Baru Lahir di Nganjuk, Tersangka Peragakan 25 Adegan
FaktualNews.co/Ubai
Suasana rekonstruksi di rumah tersangka.

NGANJUK, FaktualNews.co – Kasus pembunuhan bayi yang dilakukan Sumiatun (27) warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, direkontuksi,Rabu (14/8/2019).

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, dalam rekonstruksi ini, tersangka memperagakan 25 adegan cara membunuh bayi kandung tersangka.

“Untuk rinciannya, 20 adegan di rumah tersangka dan 5 adegan di RSUD Nganjuk. Rekonstruksi sendiri dimulai dari perut tersangka merasa sakit, kemudian serangkaian adegan pembunuhan pada bayi tersangka, hingga tersangka diperiksa di rumah sakit,” ujar Kapolres, Rabu (14/9/2019).

Kapolres juga mengatakan, dari hasil rekonstruksi, bayi tersebut meninggal seusai dicekik tersangka menggunakan kresek dan celana.

“Jika dilihat selama proses rekonstruksi tersebut, pelaku setelah melahirkan kemudian membekap bayinya, kemudian memukul dengan asbak. Namun belum meninggal. Kemudian dilanjutkan dengan dililit leher korban dengan kresek dan selendang, hingga bayi tak lagi bernyawa,” katanya.

Terkait motif, lanjut Kapolres, dari hasil pemeriksaan, tersangka nekad melakukan aksinya lantaran faktor ekonomi yang kurang memadai.

“Untuk sementara, motifnya terkait faktor ekonomi. Namun kita akan kembangkan sampai kita menemukan motif lain. Tidak cuma ekonomi,” tutur Kapolres.

Rekonstruksi hari ini, diwarnai dengan tangisan suami tersangka saat melakukan serangkaian adegan rekonstruksi. Suami tersangka merasa takut, anak pertama tersangka trauma dan tidak berani mendekat kamar yang digunakan untuk membunuh tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu tega membunuh anak kandungnya sendiri yang baru lahir. Tersangka membunuh bayi kandungnya dengan cara dipukul dengan asbak dan dicekik menggunakan plastik dan celana.

Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...