FaktualNews.co

Waspada Hama Ulat Grayak, BPTP Jatim Ingatkan Petani Jagung di Situbondo

Peristiwa     Dibaca : 439 kali Penulis:
Waspada Hama Ulat Grayak, BPTP Jatim Ingatkan Petani Jagung di Situbondo
FaktualNews.co/fatur
Dr Chendy TF, saat panen jagung di lahan kering di Situbondo.

SITUBONDO, FaktulNews.co – Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Dr Chendy Tafakrusnanto, mengingatkan para petani Situbondo untuk waspada ancaman serangan organisme pengganggu tumbuhan.

Salah satunya, hama ulat grayak pada jagung yang sudah mewabah di beberapa negara bahkan sudah mulai menyerang Aceh dan Banten.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr Chendy Tafakrusnanto, saat bertemu dengan para petani jagung di Situbondo, yang dikemas dalam temu lapang panen jagung di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Kabaupaten Situbondo, Jawa Timur.

“Hama ini akan meledak dan sangat berbahaya. Bahkan, bisa menurunkan produksi tanaman jagung hingga mencapai 80 persen,” kata Dr Chendy Tafakrusnanto, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, untuk mengantisipasi meluasnya hama ulat grayak, pihaknya telah berdiskusi dengan seluruh tokoh-tokoh hama di Indonesia yang bertempat di Lampung, dan menghasilkan buku panduan cara mencegah hama grayak.

“Untuk mencegah hama ulat grayak ini, yang pertama kita harus menggunakan bibit yang tersertifikasi, karena hama timbul dari bibit. Kedua, lingkungan. Jika endemik, maka harus mencegah menggunakan Biopestisida,” ungkapnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, lanjut Chendy, hingga saat ini, hama ulat grayak masih belum ada. Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan kepada para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan para petani.

“Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang pangan terbesar di Indonesia. Jadi, kita harus gencar melakukan sosialisasi tentang hama, agar jika ada gejala awal, bisa segera kita atasi,” pungkasnya.

Dalam acara ini, tampak dihadiri puluhan kelompok tani. Mereka menyampaikan keluh kesahnya kepada Kepala BPTP Jawa Timur, agar mendapatkan solusi hasil produksi tanaman jagungnya meningkat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...