FaktualNews.co

Diduga Gara-Gara Donald Trump, Israel Larang Dua Anggota DPR AS Kunjungi Israel

Internasional     Dibaca : 86 kali Jurnalis:
Diduga Gara-Gara Donald Trump, Israel Larang Dua Anggota DPR AS Kunjungi Israel
FaktualNews/Istimewa
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat: Rashida Tlaib (kiri) dan Ilhan Omar berbicara di Capitol Hill, Washington DC.

YERUSALEM, FaktualNews.co – Pemerintah Israel hari Kamis (15/8/2019) melarang dua anggota DPR Amerika, Ilham Omar dan Rashida Tlaib, berkunjung ke negara itu.

Larangan itu tampaknya atas permintaan Presiden Donald Trump.

Anggota DPR Ilham Omar dan Rashida Tlaib dikenal sebagai pengecam keras Israel karena perlakuannya terhadap warga Palestina. Kedua anggota DPR itu sedianya akan berkunjung ke Israel dan beberapa kota di Tepi Barat dalam beberapa hari ke depan.

Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely mengatakan, “Kami tidak akan membiarkan orang-orang yang menolak eksistensi kami masuk ke Israel.”

“Ini adalah keputusan yang sangat bisa dibenarkan,” tambahnya.

Tidak lama sebelum keputusan itu keluar, Presiden Donald Trump mencuit di Twitter; bila Israel sampai mengizinkan Omar dan Tlaib, itu berarti kelemahan besar.

Selain itu, dalam cuitannya Trump juga menilai dua anggota DPR AS itu adalah orang yang benci pada Israel dan rakyat Israel.

“Anggota Parlemen Omar dan Tlaib adalah wajah Partai Demokrat, dan mereka BENCI Israel!”

 

“Itu akan menunjukkan kelemahan besar jika Israel mengizinkan Rep. Omar dan Rep.Tlaib untuk berkunjung. Mereka membenci Israel & semua orang Yahudi, & tidak ada yang bisa dikatakan atau dilakukan untuk mengubah pikiran mereka. Minnesota dan Michigan akan mengalami kesulitan menempatkan mereka kembali di kantor. Mereka memalukan!”

 

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan komentar Trump itu “adalah tanda kebodohan dan penghinaan yang tidak sesuai dengan martabat jabatan kepresidenan.”

Pelosi mengatakan, penolakan kunjungan Omar dan Tlaib menunjukkan “kelemahan Israel yang tidak sesuai dengan martabat negara Israel yang besar.”

Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
voaindonesia.com

YUK BACA

Loading...