FaktualNews.co

Peserta Upacara HUT Kemerdekaan di Puncak Gunung Pawitra Mojokerto, Harus Dievakuasi

Peristiwa     Dibaca : 139 kali Jurnalis:
Peserta Upacara HUT Kemerdekaan di Puncak Gunung Pawitra Mojokerto, Harus Dievakuasi
FaktualNews.co/Amanullah/
Salah seorang pendaki perempuan dievakuasi dengan cara ditandu oleh para relawan karena tersiram air panas saat mendaki.

MOJOKERTO. FaktualNews.co Demi mengikuti upacara di puncak gunung Pawitra Mojokerto, dalam memperingati HUT kemerdekaan RI ke 74. Puluhan pendaki harus dievakuasi dan ditandu untuk mendapatkan perawatan. Pasalnya, mereka mengalami sesak nafas, kaki terkilir hingga tersiram air panas.

Kordinator SAR Penanggungan Nurul Aini mengatakan, sejak para pendaki naik ke puncak gunung hingga turun gunung pada Sabtu (17/08/19). Puluhan pendaki herus mendapatkan pertolongan dari tim relawan yang sengaja disiagan di tiap tiap pos.

“Alhamdulillah tidak ada yang sampai dirujuk atau mendapatkan perawatan medis. Puluhan pendaki yang haru dievakuasi bisa diatasi para relawan,”ucapnya Minggu (17/8/2019).

Kebanyakan, lanjut Cak Rul (panggilan Nurul Aini), umumnya para pendaki yang mendapatkan pertolongan karena kaki terkilir, droup kerena tak kuat saat mendaki dan mengalami sesak nafas.

“Tadi yang terakhir dua wanita betersiram air panas hingga kakinya melepuh dan juga kakinya terkilir,”jelasnya.

Karena kondisinya seperti itu, hingga akhirnya, harus dievakuasi dengan mengunakan tandu para relawan dengan cara estafet dari pos ke pos. ” Tidak apa-apa kok, hanya melepuh saja, dan ini sudah diobatii dan kondisinya membaik, sampai saat ini tidak ada laporan adanya korban yang mengalami luka berat. Hanya ringan-ringan, dan semua sudah bisa diatasi di lokasi,” tambahnya.

Menurut Cak Rul, sejak Jum’at (16/08/19) Tim LMDH, SAR Penanggungan bersama sama dengan tenaga relawan lain, seperti LPBI-NU, Welirang comunity, PMI, Banser dan juga komuntas lain disiagakan di setiap pos sepanjang Gunung Pawitra dari mulai pos satu hingga puncak.

“Kita juga sudah menyediakan dua mobil PMI dan LPBI-NU jika dibutuhkan untuk upaya lebih lanjut,” tutupnya.

 

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...