FaktualNews.co

Ikan Terasak, Penopang Ekonomi Nelayan Lekok Pasuruan

Ekonomi     Dibaca : 120 kali Jurnalis:
Ikan Terasak, Penopang Ekonomi Nelayan Lekok Pasuruan
A
Nelayan Lekok yang menjaga kualitas ikan Terasak yang kemudian dikeringkan.

PASURUAN, FaktualNews.co – Musim angin disertai ombak besar terjadi di wilayah perairan Pasuruan saat ini, justru tangkapan ikan nelayan di sekitar Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami peningkatan.

Meski jarang ikan besar yang ditangkap, namun ikan kecil yang dikenal ikan Terasak, menjadi bagian menambah pendapatan nelayan.

Tiap harinya, ikan kecil yang biasa diekspor maupun dijual pasaran lokal ini, mewarnai tempat pelelangan ikan (TPI) Lekok, setelah nelayan melaut. Sebagian nelayan ada yang menampung hasil tangkapan nelayan ini, tiap harinya mampu menampung di lapaknya hingga mencapai hampir 1 ton.

“Ikan ini banyak tangkap nelayan sekitar,” kata Ahmad, nelayan setempat, Minggu (18/8/2019).

Untuk menghasilkan kualitas terbaik dan harganya cukup baik sesuai keinginan pasar, selanjutnya ikan-ikan ini akan dipilah dan diolah menjadi ikan asin.

“Ikan terasak dalam kondisi basah dihargai Rp 10.000 dan untuk ikan lempuk seharga Rp 4.000 per kilogram dari setoran para nelayan ke agen ikan yang ada di lokasi TPI ini,” ujar Nur Hasan, nelayan asal Desa Balonganyar.

Menurut dia, setelah diolah dan dikeringkan, harganya berbeda. Untuk yang sudah kering, harganya Rp 40 ribu per kilogramnya. Sedangkan Rp 7.500 per kilogram untuk ikan Lempuk.

Kedua jenis ikan ini, dalam kondisi basah jarang dibeli langsung oleh konsumen. Tapi pasar inginkan agar dikeringkan terlebih dulu. Kemudian dikemas dijadikan ikan asin yang dijual di pasar ikan.

Dikatakannya, bukan tanpa sebab, kedua jenis ikan ini harus diolah dahulu dengan memisahkan badan ikan dengan kepalanya, lalu dibelah dua. Kemudian dikeringkan yang terlebih dahulu diolah dengan garam, hingga kemudian siap dipasarkan kepada konsumen.

“Justru ikan terasak ini menjadi favorit, karena kualitas juga ekspor,” pungkasnya.

Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...