FaktualNews.co

Sedikitnya 42 Kasus Kebakaran Melanda Kabupaten Mojokerto Sejak Januari

Peristiwa     Dibaca : 59 kali Jurnalis:
Sedikitnya 42 Kasus Kebakaran Melanda Kabupaten Mojokerto Sejak Januari
FaktualNews.co/amanu
Pemadaman kebakaran sampah di kawasan Kecamatan Ngoro oleh tim pemadam kebakaran beberapa hari yang lalu.

MOJOKERTO, FaktualNews.co-Sedikitnya 42 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Mojokerto, selama kurun waktu Januari hingga pekan ketiga Agustus 2019.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, kasus kebakaran terbanyak pada rumah atau bangunan yang jumlahnya mencapai 16 kejadian.

Sejak awal Januari kasus kebakaran di Kabupaten Mojokerto mencapai 42 kasus. Kebakaran Lahan ada 11, hutan 5, Industri 6, rumah atau bangunana ada 16 dan tempat usaha ada 3 serta instansi ada 1 kali.

“Jumlah itu hasil rekapitulasi sejak awal bulan 2019 sampai tanggal 19 Agustus 2019 kemarin,” ungkap Zaini.

Menurut Zaini, dari hasil rekapitulasi jumlah kebakaran per 19 Agustus 2019, terbilang menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 157 kejadian kebakaran. Terutama kebakaran hutan dan lahan.

“Jika mengacu pada 2018, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tahun ini angkanya terbilang menurun drastis. Pada 2018, hasil rekapitulasi ada 55 kejadian, namun pada tahun ini per 19 Agustus 2019 masih 11 kali karhutla,” terangnya.

Zaini menuturkan, banyaknya wisatawan maupun pendaki masih menjadi faktor terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Terkadang pendaki maupun wisatawan membuat api unggun. Meski sudah dimatikan, terkadang saat ditinggal api kembali muncul, sehingga membakar isi hutan dan lahan,” tambahnya.

Di tambah kesadaran masyarakat yang sering lalai dalam mematikan listrik saat ditinggal, hingga mematikan kompor dan juga di sebabkan kebocoran tabung elpiji.

“Itu juga menjadi faktor tingginya kebakaran rumah ataupun bangunan yang hingga kini sudah mencapai 16 kasus kebakaran,” jelasnya.

Zaini mengimbau, agar masyarakat lebih berhati hati dan berwaspada dalam memicu terjadinya kebakaran. Masyarakat dan instansi juga dituntut tidak main-main dalam penggunaan energi listrik.

Dari evaluasi kebakaran, korsleting listrik menjadi faktor yang menonjol. Utamanya di lingkungan padat penduduk, perkantoran, hingga industri.

Kata Zaini, faktor gesekan arus pendek ini cukup berpotensi memunculkan percikan api yang berujung kebakaran.

Untuk itu, pengecekan instalasi listrik secara berkala menjadi hal yang wajib dilakukan sebagai antisipasi.

Selain itu, Zaini mengimbau masyarakat selalu mengecek regulator tabung gas secara berkala sekaligus pemakaian yang kualitas SNI.

Ini karena dari belasan peritiwa kebakaran rumah, kebocoran gas juga menjadi salah pemicu, selain korsleting listrik.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...