FaktualNews.co

Petik Buah Kelapa, Pria Trenggalek Tewas Terjatuh

Peristiwa     Dibaca : 429 kali Jurnalis:
Petik Buah Kelapa, Pria Trenggalek Tewas Terjatuh
FaktualNews/Suparni
Korban saat divisum petugas medis.

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Nahas yang dialami Sarni (55) warga Desa Ngulungkulon, Kecamatan, Munjungan,  Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Niatnya mencari pakan ternak berujung maut.

Dia ditemukan sudah meninggal dunia di bawah pohon kelapa pada Kamis (22/8/2019) siang. Diduga ia meninggal akibat terjatuh dari pohon tersebut.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Katanya, korban ketika itu bermaksud akan memetik buah kelapa dengan ketinggian pohon sekitar 10 meter, di kawasan hutan blok Kalitalang masuk Dusun Ngadi Desa setempat.

“Benar telah terjadi peristiwa orang meninggal dunia, diduga akibat terjatuh dari pohon kelapa pada saat akan memetik buahnya. Untuk saat ini, telah ditangani oleh Polsek Munjungan,” ungkapnya, Kamis (22/8/2019) petang.

Disampaikan Supadi, peristiwa nahas itu berawal saat korban sekitar pukul 11.00 WIB berpamitan pada keluarganya untuk pergi ke kebun miliknya di blok Kalitalang masuk Dusun Ngadi Desa Ngulungkulon.

Korban bermaksud menyambangi tanaman miliknya sekaligus mencari pakan ternak. Sekitar pukul 15.30, saksi Rianto yang kebetulan melintas di tempat kejadian perkara (TKP) melihat korban tergeletak di bawah pohon.

Mengetahui hal tersebut ia langsung memberitahu saksi Wagimin. Kemudian kedua saksi tersebut melihat lebih dekat dan melihat korban sudah dalam keadaan tidak bergerak atau meninggal dunia.

Menyaksikan kejadian tersebut kemudian mereka memberitahu kepada Kepala Dusun setempat yang kemudian dilaporkan ke Polsek Munjungan.

Selanjutnya, petugas dibantu warga mengevakuasi korban untuk mendapatkan visum dari petugas medis Puskesmas Munjungan.

“Dari hasil olah kejadian perkara dan hasil visum tim medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan di tubuh korban, melainkan hanya luka yang diduga akibat jatuh dari pohon kelapa,” pungkas Supadi.

Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...