FaktualNews.co

Dongkrak Potensi Seni dan Budaya

Sidoarjo Wacanakan Bangun Gedung Laboratorium Budaya

Sosial Budaya     Dibaca : 62 kali Jurnalis:
Sidoarjo Wacanakan Bangun Gedung Laboratorium Budaya
FaktualNews/Nanang Ichwan
Panggung milik Disporapar Sidoarjo yang biasa digunakan seniman dan budayawan pentas bergantian.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Potensi pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi, namun dukungan pemerintah masih minim.

Ini terlihat paling tidak pada sarana dan prasarana yang digunakan para seniman dan budayawan di Kota Delta. Mereka terpaksa harus bergantian menggunakan fasilitas panggung milik Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat, di Jalan Sultan Agung Sidoarjo.

Itupun kondisi gedungnya juga sempit dan memperihatinkan. Padahal, kesenian dan kebudayaan yang ada di Kota Delta sering ditampilkan untuk menyambut maupun menghibur para tamu-tamu penting ketika berkunjung di Sidoarjo.

Salah satu kesenian yang kondang ditampilkan diantaranya tari ’Remo Munali Fatah’, dan tari ’Banjar Kemuning’. Bukan hanya itu, tari bertajuk, ’Balada Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung’ juga sering ditampilkan.

Namun potensi-potensi besar yang seharusnya dilestarikan karena itu merupakan budaya adiluhung warisan nenek moyang Kota Jenggolo itu tidak disambut baik pemerintah setempat. Mirisnya lagi, hingga saat ini di Kabupaten Sidoarjo tidak punya gedung khusus menampung kreasi para seniman dan budayawan.

Latar belakang itulah yang memdorong Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mendukung terkait gedung khusus untuk kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sidoarjo. Sebab, lanjut dia, gedung budaya juga akan menjadi laboratorium pusat kebudayaan.

“Itu sekaligus menjadi pusat pelestarian seni tradisional lokal kabupaten Sidoarjo,” ucapnya ketika menghadiri Rapat Kerja Dewan Kesenian Daerah (DEKESDA) Sidoarjo di salah satu hotel di Kota Delta pada Jum’at (23/8/2019).

Wabup yang akrab disapa Cak Nur itu mengungkapkan kondisi era semakin melesatnya dunia teknologi saat ini sangatlah dibutuhkan untuk tetap mempertahankan seni dan budaya tradisional asli Sidoarjo.

Apalagi, lanjut dia, kearifan budaya lokal saat ini sudah mulai punah. Menurut Cak Nur, banyak faktor yang menjadikan kesenian dan budaya lokal tidak lagi diminati masyarakat, diantaranya budaya barat yang sudah menggerus budaya lokal.

“Tantangan kedepan memang berar, namun ini menjadi tanggung jawab kita bersama baik pemerintah maupun pengurus dewan kesenian Sidoarjo, dibutuhkan sinergitas dari berbagai pihak”, jelasnya.

Ketua DPRD Sementara, Usman juga sepakat dengan pendapat Wabup Sidoarjo dalam mengangkat kegiatan seni dan budaya lokal. Bukan hanya itu, Usman juga setuju bila Sidoarjo memiliki Gedung Budaya yang akan menjadi pusat pengembangan seni dan kebudayaan.

Apalagi, lanjut dia, selama menjadi anggota dewan dan pernah menjabat ketua komisi D yang  membidangi kebudayaan ini melihat bahwa Sidoarjo saat ini memang belum punya Gedung Budaya.

“Itu nanti sebagai pusat mempertahankan kearifan lokal, tempat kreativitas bagi para seniman dan budayawan. Dan juga gedung itu bisa menjadi ikon budaya di kota udang tersebut bisa dimasukkan dalam RPJMD oleh bupati terpilih nanti,” harapnya.

Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...