FaktualNews.co

Festival Budaya Mancilan

Ikhtiar Pemerintah Kota Pasuruan Lestarikan Budaya Lokal

Advertorial     Dibaca : 962 kali Penulis:
Ikhtiar Pemerintah Kota Pasuruan Lestarikan Budaya Lokal
FaktualNews/Abdul Aziz
Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo membuka Festival budaya Mancilan di Dusun Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

PASURUAN, FaktualNews.co – Dusun Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan memiliki sejarah dan tradisi panjang dalam olah kanuragan di masa penjajahan Belanda.

Warga dusun ini banyak melahirkan pendekar silat. Karena itu kemudian membuat nama dusun itu melekat pada sebutan pencak silat di daerah Pasuruan dan sekitarnya, yaitu Pencak Mancilan.

Maka lazim bila kemudian Pemerintah Kota memberi dukungan terhadap kelangsungan budaya lokal adiluhung itu.

Sejak kemarin sampai hari ini (Kamis-Jumat, 23-24/8/ 2019) Sebuah festival digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Dan Penelitian Daerah, Kota Pasuruan. Iya, festival Kampung Budaya Mancilan di lapangan Bong, Dusun Mancilan, Kelurahan Pohjentrek Kecamatan Purworejo.

Dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo memukul gong sebagai tanda dibukanya festival, dihadiri Kepala OPD terkait, Camat, Lurah, unsur LPM, Karang Taruna, PKK, Ketua RT/RW, perwakilan padepokan silat serta undangan lain.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Dan Penelitian Daerah Kota Pasuruan Djoko Adri Srijono mengatakan, tujuan acara ini adalah untuk mengangkat, mendorong, dan menggalang dukungan elemen masyarakat dalam mewujudkan Kampung Budaya Mancilan.

“Peserta meliputi 27 padepokan ranting pencak silat Kuntu Mancilan dengan 14 penampilan kendang kedencong, 62 penampilan silat dan 10 stan jajanan,” papar Djoko Adri Srijono dalam sambutannya.

Sementara, Wakil Walikota Pasuruan  Raharto Teno Prasetyo, berharap dengan diadakan festival kampung budaya Mancilan bisa menginspirasi pemberdayaan budaya kampung-kampung lainnya.

Ia juga menegaskan harus ada geliat inisiatif, baik itu oleh masyarakat setempat ataupun komunitas pegiat-pegiat kampung.

“Oleh karena itu, mari kita nyengkuyung untuk nguri-uri budaya kampung, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Inilah titik awal kita memulai semangat membangun Kota dari Kampung yang linear sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” tegas Teno.

Usai sambutan acara diteruskan dengan penampilan pencak silat Kuntu Mancilan.

Acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, antara lain Dewan Kesenian Pasuruan (DKP) dan pemerhati budaya lainnya. (*)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh