FaktualNews.co

Konflik Papua, Gus Solah Minta Oknum Pemicu Kerusuhan Diadili

Nasional     Dibaca : 97 kali Jurnalis:
Konflik Papua, Gus Solah Minta Oknum Pemicu Kerusuhan Diadili
FaktualNews.co/muji lestari
Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Solahuddin Wahid.

JOMBANG, FaktualNews.co-Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Solahuddin Wahid (Gus Solah) mendesak aparat mencari dan menindak tegas pemicu di balik kerusuhan di beberapa wilayah Papua, beberapa hari lalu.

Adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ini juga menyesalkan sikap oknum aparat keamanan yang diduga mengeluarkan ucapapan berbau rasisme dan diskriminatif, sehingga menyulut emosi masyarakat Papua.

“Yang bicara dengan kata-kata ‘monyet’ itu harus ditindak, saya tidak tahu bagaimana mencari orang yang dimaksud. Tapi itu harus diadili, sebab itu adalah pangkal dari semuanya,” ujar Gus Solah.

Penegasan Gus Solah disampaikan usai menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan bertajuk Memadukan pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional di Aula Ponpes Tebuireng, Minggu (25/8/2019).

Menurut Gus Solah, kerusuhan di Papua dipicu penangkapan puluhan mahasiswa Papua di Surabaya lantaran diduga menolak mengibarkan bendera merah putih saat hari kemerdekaan lalu.

Hal ini pun masih menjadi tanda tanya tersendiri bagi Gus Solah, sebab belakangan terkuak tidak semua pendatang Papua ini menolak untuk mengibarkan bendera.

Dalam konteks persoalan ini, menurutnya, harus dilakukan dialog antar-semua pihak, termasuk aparat keamanan dan warga Papua sehingga bisa menemukan titik terang.

Gus Solah pun meminta kepada institusi penegak hukum mengajarkan personelnya dilapangan tentang bagaimana memperlalukan hukum dengan cara yang baik.

Gus Solah mengaku tidak tahu persis undang-undangnya seperti apa. Hanya saja, menurutnya perlu ada pemeriksaan.

“Saya bisa paham rakyat Papua marah karena anak mereka dikatakan monyet, babi, itu kan tidak benar. Pertanyaannya kenapa mereka tidak mau mengibarkan bendera? karena yang membuat mereka marah ucapan aparat keamanan,” pungkasnya.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...