FaktualNews.co

Berharap Tak Terulang, Keluarga Korban Berharap Predator Anak di Mojokerto Dikebiri Juga Dilumpuhkan

Hukum     Dibaca : 424 kali Penulis:
Berharap Tak Terulang, Keluarga Korban Berharap Predator Anak di Mojokerto Dikebiri Juga Dilumpuhkan
FaktualNews.co/Amanu
Pelaku predator anak, Muhammad Aris, saat di Lapas Kelas II B Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Muhammad Aris, predator pemerkosa 9 anak di Kabupaten Mojokerto dihukum kebiri kimia. Pihak keluarga korban pun menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut ke penegak hukum dan berharap hukuman setimpalnya kepada pelaku.

SW, salah satu keluarga korban pemerkosaan yang dilakukan Aris mengaku, tak ingin larut dalam pelemik pro dan kontra perihal hukuman kebiri kimia yang dijatuhkan kepada Aris.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Kalau kami dari keluarga sudah pasrah. Kami serahkan sepenuhnya ke penegak hukum,” kata SW, saat ditemui di kediamannya, Senin (26/8/2019).

Pro dan kontra perihal hukuman tambahan berupa kebiri kimia yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya terhadap Aris, diketahui SW pasca pemberitaan kasus tersebut ramai di media massa. Ia mengaku sebenarnya sudah berusaha melupakan insiden memilukan itu.

“Saya awalnya tidak tahu, tapi kami ada WA (Whatsapp) grup keluarga, dari situ saya tahu kalau lagi ramai. Soalnya memang kami sudah tidak mau mengikuti soal kasus itu,” imbuhnya.

Meski demikian, menurut keluarga, memang pelaku patut diganjar dengan hukuman maksimal. Hal itu sangat wajar, lantaran aksi bejat Aris sudah merenggut masa depan buah hatinya.

“Saya inginnya pelaku dilumpuhkan, biar tidak bisa jalan. Karena bagaimana pun saya masih waswas. Tapi sekali lagi saya serahkan ke pengadilan terkait hukuman itu,” jelasnya.

Tak hanya itu, bagi SW, hukuman kebiri kimia dan hukuman 12 tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan, belum cukup untuk membayar perbuatan keji Aris. Sebab, sudah banyak anak yang menjadi korban pemerkosaan Aris.

“Sebenarnya itu (hukuman kebiri kimia) tidak sebanding. Karena korbannya tidak hanya satu orang, tapi banyak anak dan menimbulkan trauma. Tapi sekali lagi kami serahkan semuanya ke penegak hukum,” terangnya.

Meski sempat mengalami trauma, lanjut Aris, kini kondisi psikologis buah hatinya sudah berangsur normal. Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu, kini sudah kembali sekolah dan bermain dengan teman sebayanya.

“Sekarang sudah sekolah biasa. Dulu sempat sedikit trauma tapi sepertinya sudah bisa melupakan kejadian itu,” pungkas SW.

Sebelumnya, Kasi Intelejen Kejari Mojokerto Nugroho Wisnu mengatakan, Kejaksaan Negeri akan segera melakukan eksekusi hukuman kebiri kimia terhadap terdakwa pemerkosaan anak, Muh Aris (20), warga Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dalam Putusan PN Mojokerto nomor 69/Pid.sus/2019/PN.Mjk tanggal 2 Mei 2019, Aris yang bekerja sebagai tukang las itu, divonis bersalah. Ia melanggar Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa hukuman kebiri kimia kepada Aris.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...