FaktualNews.co

Mak Susi Tersangka Penyebar Kabar Bohong Terkait Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Hingga Penghasutan

Hukum     Dibaca : 314 kali Penulis:
Mak Susi Tersangka Penyebar Kabar Bohong Terkait Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Hingga Penghasutan
FaktualNews.co/Dofir/
Kapolda Jatim, Luki Hermawan menunjukkan barang bukti dihadapan awak media.

SURABAYA, FaktualNews.co Tri Susanti (TS) alias Mak Susi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Sebagai buntut insiden yang terjadi di asrama mahasiswa Papua, di Surabaya beberapa waktu lalu.

Rupanya, Mak Susi ditetapkan sebagai tersangka bukan soal ujaran rasisme. Melainkan atas dugaan kasus penyebaran kabar bohong dan penghasutan.

Pasal yang dipakai penyidik untuk menjerat tersangka pun berlapis. Yakni, undang-undang pasal 45A nomor 19 tahun 2019 tentang ITE. Kemudian pasal 160 KUHP dan pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

“Kami jerat beberapa pasal yaitu undang-undang ITE kami kenakan, undang-undang KUHP pasal 160 dan undang-undang nomor 1 tahun 46 tentang peraturan hukum pidana,” jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Luko Hermawan, Kamis (29/8/2019).

Dasar hukum itu dipakai penyidik untuk menjerat Mak Susi, lantaran yang bersangkutan dianggap sebagai provokator dalam kegiatan pengibaran bendera di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, hingga menyebabkan terjadinya keributan.

Politisi Partai Gerindra ini juga dianggap telah menyebarkan kabar bohong tentang adanya pengrusakan dan perobekan bendera merah putih di depan asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Kota Surabaya. Padahal, bendera merah putih yang isunya dirobek itu, kondisinya masih utuh.

“Bendera tidak robek, tapi diberitakan robek, yang bersangkutan tidak melihat langsung sehingga ini hoaks memperkeruh suasana,” lanjut Luki.

Sejumlah barang bukti pun diamankan petugas kepolisian dari tangan tersangka. Meliputi, empat buah telepon genggam, sejumlah file video pada saat insiden terjadi hingga tampilan komunikasi yang berisi ajakan menggelar aksi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

“Bahkan baju yang dipakai pada saat kegiatan juga kita amankan,” tandas Kapolda.

Untuk diketahui, insiden terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada malam menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Insiden dipicu adanya kabar pelecehan bendera merah putih yang dipasang di depan asrama.

Bendera yang dipasang ditempat itu, disebut telah dirusak orang tak dikenal. Tiang bendera patah dan bendera juga dirobek.

Atas kabar ini, sejumlah Ormas merangsek menuju ke asrama. Hendak mengibarkan kembali bendera merah putih. Ditengah upaya ini, terjadi kericuhan yang diwarnai ucapan rasisme. Hingga warga Manokwari di tanah Papua bergejolak.

 

Editor
Nurul Yaqin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...