Parlemen

Pelantikan Anggota DPRD Kota Pasuruan Disambut Dua Gelombang Demo

PASURUAN, FaktualNews.co – Dua gelombang demonstrasi menyambut pelantikan anggota DPRD Kota Pasuruan, Jumat (30/8/2019) siang.

Dua demo ini dilakukan massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) dan Aliansi Mahasiswa Kota Pasuruan (AMKP), di Jalan Balai Kota (selatan) Gedung DPRD Kota.

Aksi sempat diwarnai ketegangan antara pendemo dengan petugas keamanan yang berjaga di area pelantikan anggota DPRD Kota Pasuruan periode 2019 -2024.

Pasalnya, para pendemo memaksa bergeser ke gedung DPRD yang berjarak sekitar 50 meter.

“Kami datang tak membuat keributan. Tapi kami ingin sampaikan aspirasi,” ujar pendemo.

Petugas keamanan berusaha mencegah massa masuk area gedung DPRD, di antaranya dengan membujuk puluhan pendemo untuk segera hentikan langkahnya untuk tidak memaksakan menuju ke arena pelantikan wakil rakyat itu.

Namun mereka masih tetap saja berupaya dan mencoba menerobos blokade aparat keamanan dari Mapolres Pasuruan Kota.

Tak berapa lama, adu mulut terhenti. Puluhan pendemo mundur setelah salah satu di antara mereka meminta barisan yang berada di balik baliho aksi tersebut  mundur.

Aksi dilakukan untuk memberikan pesan moral kepada anggota DPRD Kota Pasuruan periode 2019-2024, yang tengah dilantik.

Sedikitnya ada sepuluh tuntutan disampaikan. Di antaranya meminta anggota dewan baru dilantik itu bekerja secara profesional.

Kemudian mendesak anggota dewan menjaga kehormatan hingga menjunjung supremasi hukum. Juga disampaikan, dewan harus mampu mendorong pembangunan yang berkeadilan.

Demo secara bergantian ini, tentu saja sempat merepotkan aparat keamanan yang mensterilkan lokasi pelantikan.

“Anggota dewan tidak mampu bekerja. Terbukti kota santri justru menjadi Kota korupsi,” ujar seorang mahasiswa, menyinggung dugaan kasus korupsi yang menimpa Wali Kota Pasuruan.

Secara umum, mahasiswa menyinggung gagalnya pemerintah dalam membangun Kota Pasuruan, abai pada tujuan untuk mensejahteraan rakyat.

Mereka yang datang sambil membawa spanduk dan poster ini, menagih janji manis anggota DPRD saat berkampanye,

“Kami datang ke sini untuk menagih janji-janji kampanye mereka,” ujar Ahmad Ghozi, koordinator aksi.

Mereka yang datang untuk suatu misi kerakyatan merasa dikecewakan dengan halangan petugas.

Karena keinginan mahasiswa ini tak lain agar semua anggota dewan yang dilantik menandatangani pakta integritas untuk mengedepankan kepentingan rakyat. “Tapi kedepannya akan kami kawal,” tuturnya.