FaktualNews.co

Apa Sih Autoimun itu? Ini Kata Para Ahli di Surabaya

Kesehatan     Dibaca : 154 kali Jurnalis:
Apa Sih Autoimun itu? Ini Kata Para Ahli di Surabaya
FaktualNews.co/dofir
Dr dr Yuliasih SPD KR kala menjadi narasumber di acara Weekend Market di Surabaya.

SURABAYA, FaktualNews.co – Mungkin anda pernah mendengar penyakit Lupus? Yakni, penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini merupakan salah satu, dari ratusan jenis penyakit autoimun.

Jadi, Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami kekhilafan, sehingga menyerang jaringan sehat dan menimbulkan keluhan kronis secara berulang.

Terkadang, penyakit ini sering disebut sebagai kanker. Padahal kanker berbeda dengan autoimun.

Perusakan jaringan sehat pada kanker dilakukan oleh sel mutan, sementara autoimun dilakukan oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri, sehingga saling serang.

Dr dr Iris Rengganis, selaku pakar dan penyintas autoimun menyampaikan, penyakit autoimun merupakan suatu penyakit yang tergolong unik.

Sehingga perlu pemahaman yang dalam. Untuk mengenalinya, perlu pengenalan terhadap si penderita. Karena sifatnya yang sangat personalize, mirip tetapi berbeda setiap orangnya.

“Bagi penyintasnya, terima penyakit autoimunnya dengan ikhlas, selalu bersyukur dan bersahabat dengan autoimunnya. Selalu tersenyum, jangan mengeluh, maka sistem imun kita akan menjadi baik,” ujarnya, Minggu (1/9/2019).

Apa yang menyebabkan timbulnya penyakit autoimun? pertanyaan ini sering muncul dibenak kita.

Rupanya, penyebab autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, akarnya terkait dengan faktor genetik.

Bukan itu saja, faktor lingkungan dan gaya hidup juga mempengaruhi. Termasuk asupan makanan, stres, pola tidur, polusi, infeksi, radiasi, juga turut andil akan timbulnya penyakit tidak menular ini.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru W Sudoyo, memaparkan, penyakit autoimun disebabkan dengan tereksposnya seseorang terhadap bahan-bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar.

“Yaitu, antara lain dengan makanan yang kita makan sekarang ini. Amat logis apa yang terkandung dalam makanan kita sekarang ini, lebih membuat suatu rangsangan dari badan kita untuk membuat antibodi,” paparnya.

Hal tersebut dibuktikan makin banyaknya generasi muda yang terserang penyakit autoimun. Seiring dengan perubahan pola makan, serta gaya hidup di tengah masyarakat.

Lalu seperti apa gejala penyakit ini? Dr dr Yuliasih SPD KR, dokter RSUD dr Soetomo mengatakan, gejala autoimun bisa dilihat adanya keluhan kesehatan yang tak kunjung sembuh meski diobati. Kemudian, mudah merasa kelelahan dan sering lupa atau pikun.

“Juga butuh waktu lebih lama untuk melakukan pekerjaan sederhana atau kurang tangkas. Serta sering merasa demam dan kedinginan disertai rasa nyeri pada persendian,” katanya.

Hal itu disampaikan dalam acara ‘Weekend Market’ bertajuk a day full of happiness with autoimmune survivor di Surabaya, Minggu (1/9/2019) siang.

Yuliasih menyebut, wanita berusia 20 hingga 50 tahun sangat berisiko terserang penyakit ini. Dan orang-orang yang memiliki riwayat keluarganya mengalami autoimun.

Ia menekankan, agar masyarakat senantiasa menjalankan pola hidup sehat supaya terhindar dari penyakit ini. Salah satunya dengan cara bersyukur.

“Karena ada yang mengatakan, Allah itu ada di sel kita. Jika kita bersyukur maka sel itu akan baik dengan kita,” tutupnya.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...