FaktualNews.co

Dua Santri Madrasah Pasuruan Berjaya pada Ajang Robofest Internasional di Jepang

Pendidikan     Dibaca : 64 kali Jurnalis:
Dua Santri Madrasah Pasuruan Berjaya pada Ajang Robofest Internasional di Jepang
FaktualNews.co/Aziz
Daffa dan Raihan dengan beberapa piagam penghargaan, yang membawa nama harum Indonesia di kancah dunia.

PASURUAN, FaktualNesw.co – Dua pelajar MAN 1 Pasuruan menyabet medali emas kategori gathering superteam senior dalam ajang Robofest Japan 2019 di Okayama University, Jepang, 24-25 Agustus 2019 lalu.

Untuk bisa menjadi juara, dua pelajar tersebut terlebih dulu mengikuti seleksi awal, sekitar awal tahun ini.

Kedua pelajar tersebut Muhammad Daffa Akbar Alamsyah (16) dan Muhammad Raihan Alhakim (15).

Bahkan, Daffa juga meraih medali perunggu di kategori Line Maze Senior. Mereka menyingkirkan 49 tim dari 12 negara seperti Jepang, Malaysia, China, Korea, Taiwan, Hongkong dan lainnya.

Untuk menjadi yang terbaik, mereka berdua harus melalui beberapa tahapan yang harus ditempuhnya. Yakni mulai dari seleksi sekolah.

Kebetulan, Madrasahnya mendapatkan satu slot untuk mewakili Indonesia. Jatah itupun diperoleh, setelah tahun sebelumnya, MAN 1 Pasuruan meraih juara dalam lomba robotik tingkat nasional.

Ditemui di sela kegiatan belajar mengajar, pelajar berprestasi dan membanggakan sekolah ini mengisahkan bagaimana bisa menyingkirkan lawan dari negara lain.

“Total ada enam sekolah mewakili Indonesia di Jepang. Ada SMA dan lembaga SMK. MAN 1 Pasuruan, menjadi satu-satunya madrasah yang mewakili Indonesia di negara Jepang,” tutur Daffa, Selasa (3/9/2019).

Setelah terpilih, Daffa dan Raihan dilatih ketrampilan robotic selama beberapa bulan. Mereka turun dalam tiga kategori.

Untuk tim, yakni gathering supertim senior, keduanya menyabet juara pertama. Sementara, untuk kategori individu, Daffa berhasil menyabet juara ketiga, kategori Line Maze Senior.

Sedangkan Raihan, gagal mempersembahkan medali, dalam kategori gathering senior.

Diceritakan Daffa, robot mereka dinamai ‘Rampas’ yang artinya robot anak MAN I Pasuruan.

Dalam lomba itu, setiap robot harus bisa menjalankan misi untuk bisa berjalan sesuai garis, serta mengambil objek (barang) dan membawa barang dengan ketepatan dan kecepatan waktu.

Contohnya, semua robot yang menjadi peserta harus bisa melintas di jalur yang sudah dibuat panitia penyelenggara.

Sementara robot yang menyerupai kendaraan ekskavator backhoe juga harus mampu membawa barang sesuai tujuan yang ditentukan.

Bila keluar jalur atau tak mampu membawa barang, maka akan dianggap gagal.

Sehingga dengan pengalaman lomba internasional itu, benar-benar mereka manfaatkan peluang agar meraih terbaik.

“Sempat tegang, di saat lomba, tiba-tiba roda robot tidak bisa jalan. Hampir menyerah, tapi berkat ketenangan dan support dari guru pendamping dan ayah saya, Alhamdulillah akhirnya sukses,” sambung dia.

Kepala MAN 1 Pasuruan, Agus Suwito melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Nasrudin menyampaikan, bakat Daffa dan Raihan di bidang robotika sudah terlihat mulai dari awal masuk sebagai santri MAN I Pasuruan.

“Keduanya masuk ke MAN I Pasuruan melalui jalur prestasi,” tandas Wakasek

Meskipun mereka bukan bintang kelas, namun para santri ini jago dalam robotika. Diakuinya prestasi siswanya itu merupakan hal yang membanggakan.

Karena mengharumkan nama sekolah, dan juga Kabupaten Pasuruan maupun Indonesia di kancah internasional. Hal ini membuktikan, kalau madrasah itu tidak boleh dipandang sebelah mata.

Dengan kenyataan, santri madrasah ternyata juga bisa berbuat yang terbaik dalam pendidikan umum. Bahkan mampu melakukan hal yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional.

Atas prestasi yang membanggakan tersebut, Daffa dan Raihan menerima reward dari sekolah berupa uang pembinaan.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...