FaktualNews.co

Ini Upaya Pemkot Pasuruan Menuju Kota Sehat

Advertorial     Dibaca : 100 kali Jurnalis:
Ini Upaya Pemkot Pasuruan Menuju Kota Sehat
FaktualNews.co/istimewa
Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, saat menerima kehadiran tim verifikasi, penilai menuju kota sehat.

PASURUAN, FaktualNews.co – Sebanyak 4 orang terdiri dari 2 orang dari Penerintah Pusat dan 2 orang dari Provinsi Jawa Timur yang tergabung dalam Tim Verifikasi diterima Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo di ruang rapat Untung Suropati Sekretariat Daerah Kota Pasuruan, pada Rabu (4/9/2019) malam.

Dalam kesempatan ini hadir Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Camat,Lurah, Ketua Tim Pembina Forum Kota Sehat, Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat, Ketua Forum Komunikasi Kota Sehat beserta pengurus, pegiat anti narkoba, pengusaha, pemerhati, tokoh masyarakat serta undangan lain.

Kehadiran tim verifikasi di Kota Pasuruan dalam rangka verifikasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat di Kota Pasuruan.

Teno menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mendukung program kota sehat, dengan semangat terus dan pantang mundur.”Kami mengapresiasi semua pihak terlibat,” ujarnya.

Sehingga Kota Pasuruan bisa lolos dan dikunjungi tim pusat untuk diverifikasi lapangan. Teno berharap agar tim mengedepankan objektifitas.

Ia juga meminta pada perangkat daerah terkait selaku pembina teknis titik pantau untuk mendampingi tim verifikasi, sehingga akan diketahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing titik pantau yang menjadi tanggung jawabnya.

Pihaknya juga menekankan pada seluruh yang terkait usai verifikasi lapangan, diharapkan ada feed back atau masukan mana-mana yang menjadi titik lemah.

Mana yang kurang dan mana yang perlu ditambah atau dibenahi, sehingga ke depan akan mudah mengevaluasi atas kekurangan dan kelemahannya untuk pembenahan lebih lanjut.

Ketua Tim Verifikasi lapangan, Diana Nurhayati, mengatakan, penyelenggaraan penilaian Kota Sehat dimulai pada 2005 dan sudah ada payung hukumnya antara Kementerian Dalam Negeri dengan Kementerian Kesehatan. “Tujuan dilaksanakan penilaian Kabupaten/Kota Sehat,” katanya.

Selain itu, lanjut Diana, juga tercapainya kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk.

Yang itu dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan kegiatan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat serta Pemerintah Daerah.

“Tercapainya kondisi Kabupaten/Kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni,” ucap Diana.

Juga dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.

“Pada 2019 ini ada 202 Kabupaten/Kota di 29 Provinsi masuk penilaian Kota Sehat, ini mengalami peningkatan secara signifikan dibanding tahun 201,” urainya.

Verifikasi kota sehat tersebut dilaksanakan 2 tahun sekali. Kota Pasuruan mengusulkan penghargaan Swasti Saba Wistara yaitu penghargaan tertinggi dalam penilaian Kota Sehat.

“Oleh karena itu, kami akan laporkan ke pembina pusat yang berjumlah 85 orang selanjutnya untuk diplenokan,” papar Diana, mengakhiri sambutannya.

Seusai sambutan dilanjutkan pemaparan Kota Pasuruan Menuju Kota Sehat Wistara oleh Dr Dies Nurhayati (Ketua Forum Komunikasi Kota Sehat) Kota Pasuruan.

Antara lain sekilas tentang Kota Pasuruan, Kota Pasuruan Sehat sebuah proses berkelanjutan, kelembagaan Kota Sehat, kunci sukses Kota Pasuruan Sehat, 6 tatanan.

Dengan 18 Kelurahan bisa ODF dan upaya yang dilakukan untuk Kota Pasuruan dan stakeholder serta lintas sektoral.

Tim Verifikasi Lapangan berkunjung di Kota Pasuruan selama 2 hari. Tim terbagi dua untuk melakukan penilaian sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam penilaian.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...