FaktualNews.co

Haul Syekh Jumadil Kubro, Ratusan Warga Berebut Gunugan di Kompleks Pemakaman Troloyo

Sosial Budaya     Dibaca : 110 kali Jurnalis:
Haul Syekh Jumadil Kubro, Ratusan Warga Berebut Gunugan di Kompleks Pemakaman Troloyo
FaktualNews.co/Amanullah
Warga berebut gunugan hasil bumi.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Ratusan warga berebut gunungan hasil bumi dalam Kirab Kubro Syekh Jumadil Kubro, di halaman Makam Troloyo yang berada di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/09/19).

Dalam acara tersebut, macam macam gunungan berukuran besar disiapkan. Masing-masing gunungan isinya berbeda-beda. Ada gunungan yang berisi hasil bumi seperti sayur, buah, serta palawija. Ada pula gunungan yang berisi jajan-jajan pasar. Selain itu, ada pula gunungan berisi nasi kuning yang ditata berbentuk kerucut lengkap dengan lauk.

Siang itu suasana berbeda nampak di kanan kiri sepanjang jalan kawasan Pendapa Agung menuju Makam Troloyo. Banyak para pedagang menggelar lapaknya. Mulai dari aneka minuman, buah, serta jajanan ringan. Mereka siap menyambut kirab kubro.

Di sudut Pendapa Agung Trowulan, para peserta kirab tengah ditata dan dipersiapkan. Sekitar pukul 13.30 kirab dimulai. Barisan peserta diawali dengan musik pengiring drumben.

Disambung dengan barisan dari cucuk lampah Sri Wulung Jeliteng dan seorang pembawa tulisan berisi silsilah Syekh Jumadil Kubro. Dikawal pembawa payung kerajaan, pemegang bendera merah putih, dan pembawa sebilah tombak.

Disusul langkah 11 gadis yang berpakaian Majapahitan. Empat gadis membawa bunga dan tujuh gadis lainnya membawa kendi berisikan air. Kemudaian ada sembilan pemuda berkostum putih simbol dari Wali Songo.

Barisan berikutnya pembawa empat gunungan besar. Gunungan pertama berupa nasi kuning. Yang kedua adalah umbi-umbian, sayur dan buah-buahan.  Yang ketiga berisi jajanan tradisional basah. Terakhir adalah jajan tradisional kering.

Setelah prosesi pemotongan selesai, seketika tumpeng diserbu warga. Warga berduselan memusat  ke gunungan itu.

Ahmad Fatoni warga Desa/Kecamatan Jatirejo, mengaku senang dengan adanya acara ini. “Ini tadi saya dapat nasi, ada lauk juga, jagung, timun, padi. Nasi ini ya dimakan, ini berkah,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, selalu mengikuti acara kirab seperti ini saat peringatan Haul Syekh Jumadil Kubro. “Setiap ada acara seperti ini saya selalu ikut. Seperti dapat jagung ini, nanti akan dicampur sama bibit jagung, kemudian ditanam,” tambahnya.

Kata Fatoni, acara kirab kubro ini dinilai merupakan pembagian rejeki paling barokah. “Harapannya ya semoga saya dan keluarga diberi kesehatan, terus semua orang-orang di sini juga diberi kesehatan,” harapnya.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, kegiatan ini digelar setiap tahun.  ’’Ini kirab yang sudah setiap tahun kita laksanakan. Haulnya Syekh Jumadil Kubro,’’ papar Pungkasiadi.

Menurutnya, kirab dan haul tersebut untuk mengingat semangat perjuangan Syekh Jumadil Kubro yang merupakan kakek dari sunan Ampel.

’’Ini paling tidak adalah semangatnya. Semangat penyebaran Islam. Karena Syekh Jumadil Kubro ini adalah kakeknya Sunan Ampel. Berarti peradaban Islam ataupun penyebaran agama Islam itu lebih dulu di Mojokerto yakni di Bumi Majapahit,’’ katanya.

Pungkasiadi mengharapkan semangat masyarakat bisa ditambah lagi dan mampu memberikan manfaat dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, kirab kubro yang diadakan hampir setiap tahun ini diharapkan mampu mengenakan budaya Mojokerto di kanca nasional.

Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...