FaktualNews.co

Kericuhan Antar Suporter di Kediri, Tujuh Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Bola     Dibaca : 97 kali Jurnalis:
Kericuhan Antar Suporter di Kediri, Tujuh Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
FaktualNews.co/Ubaidhillah//
AKP Hanif Fatih Wicaksono saat di wawancarai awak media.

KEDIRI, FAktualNews.co – Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota menetapkan tujuh  tersangka dalam kerusuhan yang terjadi di Brawijaya, antara suporter Persik Kediri, dengan Suporter PSIM Yogyakarta pada Senin (2/9/2019) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan, penetapan tersangka setelah melalui proses penyeidikan yang dilakukan sejak kasus tersebut bergulir.

“Kami sudah menatapkan tujuh  orang tersangka, saat ini kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait tindakan hukum selanjutnya.” jelasnya saat ditemui awak media di aula Rupatama Polres Kediri Kota (14/9/2019).

Dari tujuh tersangka tersebut, menurut Hanif ada beberapa pelanggaran pidana yang dilakukan. Diantaranya yakni membawa senjata tajam, pencurian dan kerusuhan.

“Kalau soal itu di sengaja atau tidak, kami beum bisa menetapkan. Namun yang jelas saat ini kami masih melakukan penyidikan terhadap tujuh  tersangka tersebut.”ujarnya.

AKP Hanif juga menyebutkan, jika tujuh suporter yang diamankan tersebut keseluruhan dari pendukung PSIM Yogyakarta.

“Empat dari tujuh orang yang ditetapkan menjadi tersangka ini telah menjalani putusan hokum. Yakni dijatuhi hukuman tipiring atau tindak pidana ringan dengan masa tahanan 14 hingga  20 hari kurungan. Sedangkan untuk tiga lainnya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut lantaran mengarah pada jeratan hukum pidana umum,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, suporter PSIM dan suporter Persik Kediri terlibat tawuran seusai laga PSIM kontra Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Kedua kubu saling melempar batu di dalam stadion.

Tak hanya itu, tawuran juga pecah saat suporter di luar lapangan, dan tawuran tersebut terjadi hingga tengah malam sampai akhirnya polisi dan suporter persik melakukan mediasi.

 

 

Editor
Nurul Yaqin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...