FaktualNews.co

Sejumlah Legislator Jember Jadi Sasaran Penipuan SMS, Transfer Rp 150 Ribu Malah Dimaki

Kriminal     Dibaca : 128 kali Jurnalis:
Sejumlah Legislator Jember Jadi Sasaran Penipuan SMS, Transfer Rp 150 Ribu Malah Dimaki
FaktualNews.co/istimewa
Ilustrasi.

JEMBER, FaktualNews.co-Penipuan melalui fasilitas pesan singkat (Short Message Service) pada ponsel serta telepon langsung, kembali memakan korban di Jember.

Bahkan sejumlah anggota DPRD Jember menjadi korban dari kejahatan tersebut.

Modusnya, penipu mengaku wartawan dengan meminta sejumlah uang berdalih membantu rekannya yang akan melakukan operasi getah bening di rumah sakit.

Diketahui penipu itu menelpon dan berkirim pesan singkat SMS mengaku bernama Ibnu sebagai wartawan dari Radar Pers.

“Menipunya itu dengan bilang ke sejumlah anggota DPRD Jember, termasuk saya, ada wartawan namanya Didik Purwanto akan melakukan operasi getah bening,” ujar Ketua DPRD Jember Sementara Itqon Syauqi, Kamis sore (19/9/2019).

Pengirim SMS laku meminta anggota dewan itu untuk mentransfer pada nomor rekening atas nama Didik Purwanto.

Awalnya pelaku ini menghubungi salah satu anggota dewan dengan mengaku sebagai pembantu rektor dua (Purek II) Universitas Jember.

Pelaku kemudian meminta nomor telp sejumlah anggota DPRD Jember dan Sekertaris DPRD Jember.

“Sepertinya tadi pelaku ini menelpon Mas Alfian (anggota DPRD Jember) mengaku bernama Slamet Purek dua Unej. Pada Mas Alfian pelaku ini kemudian minta nomor ponsel saya dan beberapa teman lainnya,” kata Itqon.

Kemudian, sambung Itqon, pelaku ternyata telpon dan SMS kepada dirinmya. “Tidak saya balas. Eh, dia malah SMS maki-maki saya,” lanjutnya.

Membaca ada SMS itu, Itqon kemudian melakukan konfirmasi kepada wartawan yang dikenalnya.

“Saya kontak teman-teman wartawan apa mengenal wartawan bernama Ibnu dari Radar Pers. Ternyata dari sejumlah wartawan yang saya konfirmasi tidak ada yang mengenal wartawan bernama Ibnu,” jelasnya.

Pelaku kemudian menghubungi sejumlah anggota dewan antara lain Ahmad Halim dan Agusta Jaka Purwana.

“Tadi ada SMS mengaku bernama Ibnu tapi tidak saya hiraukan mas,” kata Halim.

Terpisah, anggota dewan lainnya Agusta, bahkan sempat mentransfer sejumlah uang yang diminta pelaku.

Agusta juga konfirmasi ke beberapa wartawan yang dikenalnya. Namun demikian dia tetap mentransfer uang Rp 150 ribu.

“Ya atas alasan kemanusian, saya transfer. Tapi kurang ajar, setelah saya transfer pelaku malah maki-maki saya. Katanya saya pembohong, tidak transfer Rp 150 ribu tapi hanya Rp 50 ribu,” kata Agusta.

Humas Universitas Jember sendiri saat dikonfirmasi menyatakan tidak ada pembantu rektor yang bernama Selamet.

“Pembantu rektor II bukan Slamet. Semoga pelaku segera ditangkap,” kata Iim Fahmi Ilman.

Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...