FaktualNews.co

Peringatan Tahun Baru Islam, Ini Harapan Pemkot Pasuruan

Advertorial     Dibaca : 58 kali Jurnalis:
Peringatan Tahun Baru Islam, Ini Harapan Pemkot Pasuruan
FaktualNews.co/aziz
Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, saat hadiri peringatan tahun baru Islam.

PASURUAN, FaktualNews.co – Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kota Pasuruan menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Rabu (9/10/2019).

Kegiatan rutin digelar tiap tahunnya bertepatan dengan 10 Safar 1441 Hijriah.

Dalam kesempatan ini hadir Plt. Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo beserta Ibu, jajaran Forkopimda beserta Ibu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan.

Kemudian Kepala OPD beserta Ibu, Camat, Lurah se Kota Pasuruan, seluruh staf OPD di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Juga hadir para habaib, alim ulama, sesepuh, pinih sepuh, Kyai, Bu Nyai, tokoh masyarakat, Organisasi Masyarakat Islam. Tausiyah oleh KH. Agoes Ali Masyhuri dari Tulangan Sidoarjo.

Dikatakannya bahwa pribadi santri muslim harus mencerminkan teguh dalam pendirian, bijak dalam melangkah, kuat dalam memegang prinsip dan luwes dalam bertindak.

“Kita harus memegang sejarah karena barang siapa yang tidak mengambil sejarah akan digulung dengan sejarah tersebut. Hampir seperempat isi Al-Qur’an berisi sejarah.

Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan-Nya. Karena bersyukur bagaikan bunga mawar yang harum dan indah. Nikmat Allah SWT tidak bisa dihitung dengan suatu apapun bahkan dengan komputer sekaligus,” katanya.

Menurutnya, ada 3 nikmat yang disampaikan oleh ulama yakni nikmat hidup, nikmat kemerdekaan dan nikmat hidayah.

“Ketiga nikmat tersebut wajib kita syukuri. Nikmat hidup diberikan kepada Allah SWT kepada manusia, tumbuhan, binatang dan makhluk hidup yang lain yang bersifat gratis yaitu menghirup oksigen, mata, kaki, tangan bisa berfungsi, kalau kita rawat dan kita jaga akan bisa berkembang,” ucap kiai.

Nikmat yang kedua yakni nikmat kemerdekaan yakni nikmat yang diberikan kepada manusia sehingga kita bisa berkumpul, menyampaikan pendapat dan sikap. Dan yang ketiga nikmat hidayah yang diberikan khusus kepada manusia-manusia atau orang-orang pilihan.

“Ada dua hal yang ditanamkan oleh Rasul kepada para sahabat dan pengikutnya yakni menanamkan kalimat tauhid sehingga bisa menghasilkan perilaku yang lurus dan istiqomah.

Serta menanamkan bahwa manusia termulia di hadapan Allah SWT yakni manusia yang mulia. Nasib baik dan masa depan seseorang bukan ditentukan dari gelar, jabatan, atributnya melainkan ditentukan oleh isi dan pikiran hatinya,” urainya.

Seusai ceramah agama, ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kota Pasuruan KH Muhammad Said Kholil.

Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...