FaktualNews.co

Dua Penyelundup Puluhan Ribu Benur Ditangkap Polres Trenggalek

Kriminal     Dibaca : 232 kali Jurnalis:
Dua Penyelundup Puluhan Ribu Benur Ditangkap Polres Trenggalek
FaktualNews.co/Suparni PB/
salah satu tersangka pelaku penyelundupan benur saat diamankan Polres Trenggalek

TRENGGALEK, FaktualNews.co-Petugas Polres Trenggalek menangkap KA (37) warga Desa Prigi dan BS (40) warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Pasalnya kedua orang ini diduga melakukan penyelundupan bibit lobster atau biasa di sebut benur dari perairan pesisir Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku, setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat.

Kemudian petugas dari Satreskrim Polres Trenggalek melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap para pelaku.

“Benar, telah ditangkap dua tersangka. Inisial BS warga Desa Tasikmadu dan KA warga Desa Prigi Watulimo. Saat ini kedua tersangka dan barang bukti kita amankan guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya, Selasa (15/10/2019).

Disampaikan Calvijn, kedua tersangka punya peran berbeda dalam kasus penyelundupan benur ini.

KA berperan sebagai pengepul dengan membeli benih lobster dari para nelayan di kawasan perairan pantai Panggul, Munjungan dan Watulimo.

Sedangkan BS sebagai kurir pengantar benih lobster kepada seseorang berinisial U, dengan tujuan Jakarta atas suruhan tersangka KA.

Sekali membawa atau mengirim bibit lobster, BS menerima imbalan sebesar Rp 1.600.000.

“Benih lobster ini sesuai pengakuan tersangka akan dijual kepada U pengepul besar di Jakarta. Sementara ini, U pengepul besar Jakarta ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),” terangnya.

Menurut Calvijn, penangkapan kedua tersangka berawal pada Jumat (4/10/2019) sekitar pukul 22.00 Wib.

Tim Opsnal Satreskrim Polres Trenggalek berhasil manangkap BS di jalan raya masuk Kecamatan Karangan, Trenggalek

BS ditangkap karena diduga telah melakukan pengangkutan dan pemasaran benih lobster/benur secara ilegal.

“Ketika ditangkap dan dilakukan pemeriksaan ditemukan barang bukti total 16.000 benih lobster yang dimasukkan dalam 5 buah kardus.

Setiap Kadus berisi 32 kantong plastik dan masing-masing plastik berisi 100 benih lobster dan disembunyikan dalam mobil jenis Avanza,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Calvijn, terhadap tersangka BS, benih lobster tersebut milik pelaku KA yang akan dijual ke Jakarta.

“Dari penangkapan BS ini, kemudian kita lakukan pengembangan dan petugas berhasil menangkap KA di rumahnya tanpa perlawanan,” ucapnya.

Lebih lanjut Calvijn menjelaskan, setelah KA berhasil ditangkap dan saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti satu karung kantong plastik, dua buah handphone dan tiga bendel nota bukti transaksi jual beli benih lobster.

“KA mengakui barang bukti benih lobster yang disita petugas adalah miliknya. Menurut rencana akan dijual ke Vietnam dan Thailand melalui Jakarta atas pesanan U yang sekarang ditetapkan DPO,” imbuhnya.

Ditambahkan Calvijn, kedua tersangka akan dikenakan pasal 92 Subs pasal 100 UU RI No. 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UURI No 45 tahun 2009 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1.500.000.000,” pungkasnya.

Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...