FaktualNews.co

Puluhan Hektar Hutan Lindung Terbakar, Jalur Pendakian ke Gunung Arjuna Situbondo Ditutup

Peristiwa     Dibaca : 342 kali Penulis:
Puluhan Hektar Hutan Lindung Terbakar, Jalur Pendakian ke Gunung Arjuna Situbondo Ditutup
FaktualNews.co/Fatur Bari
Hutan lindung di Situbondo terbakar, jalur pendakian ditutup.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Kebakaran kawasan hutan kembali terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kali ini, puluhan hektar hutan lindung tanaman rimba campuran di petak 6A Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,

Akibatnya, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, menutup sementara jalur pendakian ke Gunung Arjuna, Situbondo.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Diperoleh keterangan, kebakaran mulai terjadi pada Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, karena kawasan hutan lindung yang terbakar berada di kemiringan hingga 90 derajat, hingga pukul 20.00 WIB, kobaran api masih membakar kawasan hutan tersebut.

Karena sulit dijangkau, petugas gabungan dari unsur BKSDA Baderan, Perhutani , BPBD Situbondo, Polsek dan Koramil Sumbermalang yang datang di lokasi, hanya melakukan pemantauan saja.

“Selain pemantauan, jalur pendakian ke Gunung Arjuna Situbondo ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kapan dibukanya, tentu masih menunggu perkembangan laporan situasi di lapangan. Ini untuk mengantisipasi adanya korban luka maupun korban jiwa,” ujar Puriyono, koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo, Minggu (20/10/2019).

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari petugas BKSDA Baderan, Kecamatan Sumbermalang itu, jalur pendakian ke Gunung Arjuna Situbondo tidak hanya ditutup dari jalur Desa Baderan. Namun, jalur pendakian ke Gunung Arjuna Situbondo, juga ditutup melalui jalur BKSDA Bremi, Kabupaten Probolinggo.

“Penutupan jalur pendakian itu dilakukan oleh BKSDA Surabaya, hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...