FaktualNews.co

Khofifah Targetkan Tahun 2023 Jatim Bebas Katarak dan Stunting

Kesehatan     Dibaca : 489 kali Penulis:
Khofifah Targetkan Tahun 2023 Jatim Bebas Katarak dan Stunting
FaktualNews.co/fatur
Gubernur Jatim Khofifah saat menghadiri puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47, di Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menargetkan Jawa Timur bebas katarak pada 2023 mendatang.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh kader PKK di Jawa Timur, untuk menyisir dan mendata warga di sekitarnya yang menderita katarak.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Itu disampaikan Khofifah saat menghadiri puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47, di Destinasi Wisata Kampung Kerapu, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Senin (21/10/2019).

“Kita meminta seluruh kader PKK untuk menyisir supaya mereka bisa menyampaikan data masyarakat terdekat yang memerlukan operasi katarak,” imbau Khofifah.

Menurutnya, berdasarkan angka kebutaan di Jawa Timur, masih berada di atas rata-rata nasional, yaitu 4,4 persen.

Sedangkan angka rata-rata nasional 3 persen. Oleh karena itu, pihaknya berharap tahun 2023 mendatang, Jawa Timur bebas katarak.

“Karena sebanyak 81 persen angka kebutaan di Jawa Timur akibat katarak. Oleh karena itu, kami menargetkan pada tahun 2023 mendatang, Jawa Timur terbebas dari katarak,” ulang Khofifah.

Gubernur Khofifah juga meminta kepada para kader PKK untuk melihat di sekeliling rumah mereka, guna memastikan tidak ada balita dan ibu hamil yang kurang gizi.

Sebab hal itu akan menjadi penyebab utama meningkatnya angka stunting di Jawa Timur, yang diketahui masih cukup tinggi, jika dibandingkan dengan angka stunting tingkat nasional yang hanya 30 persen.

“Angka stunting di Jawa Timur cukup tinggi, mencapai 33 persen, sedangkan angka stunting ditingkat nasional hanya 30 persen,” katanya.

Khofifah menegaskan, melalui posyandu-posyandu milik PKK, pihaknya berharap mampu membangun sinergitas dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK)Pemprov dengan lebih efektif, sehingga termonitor dan terlapor.

“Jika sudah terlapor, kita akan melakukan intervensi untuk menurunkan stunting dan melakukan pemetaan untuk memastikan 2023 Jawa Timur bebas katarak,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...