FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bawa Petakziah Asal Lumajang, Sebuah Minibus Kecelakaan di Pasuruan

Peristiwa     Dibaca : 506 kali Penulis:
Bawa Petakziah Asal Lumajang, Sebuah Minibus Kecelakaan di Pasuruan
FaktualNews.co/Aziz/
Mobil Mitsubishi Kuda yang alami ban pecah dan masuk ke area halaman pabrik.

PASURUAN, FaktualNews.co – Sebuah mobil Mitsubishi Kuda membawa 14 orang petakziah asal Klakah, Kabupaten Lumajang mengalami ban pecah di jalan raya Pasuruan – Probolinggo. Mobil yang sarat penumpang itu Selasa (22/10/2019), terhempas keluar jalan raya dan menabrak pagar pabrik  di dekat lokasi,.

Kecelakan berawal saat mobil bernopol N-439-Y warna silver melaju kencang dari arah timur atau Probolinggo. Namun sesampainya di jalan raya Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mobil dikemudikan Nurman (50), tiba-tiba pecah ban.

“Mobil oleng karena bannya pecah,” kata Mukidi, warga sekitar, Selasa (22/10/2019).

Mobil yang diduga kelebihan muatan itu kemudian oleng nyaris menabrak truk hingga sopir membanting setir ke kiri. Mobil kemudian menabrak pagar bekas pabrik pemintalan benang di sisi kiri jalan. Pagar besi tersebut hancur dan mobil meluncur ke dalam pekarangan pabrik. Beruntung tak ada korban jiwa.

Seluruh penumpang yang sebagian besar ibu-ibu dan anak selamat. Meski demikian mereka mengalami syok, lantaran terkejut dengan insiden yang mereka alami.

“Mobil dari timur terus ban pecah. Sempat oleng ke kanan hampir nabrak truk lalu banting setir kiri dan tabrak pagar hingga masuk ke areal pabrik sejauh 20 meter,” jelas Mukidi.

Siti salah satu penumpang menuturkan, kecelakaan tersebut berlangsung cepat dan begitu mendadak.”Saya kaget tahu-tahu ban mobil ini pecah dan oleng. Bahkan semua penumpang teriak ketakutan. Saya minta sopir mengeremnya. Nggak sadar saya tiba-tiba mobil sudah masuk pabrik,” ujar Siti.

Bahkan saat para penumpang berdesakan keluar dari mobil dan kebanyakan mereka panik takut mobil meledak. Mereka berlarian menjauh dari mobil. Para penumpang masih tampak syok berat.

Pasca kejadian, para penumpang masih bingung melanjutkan takziah ke Kabupaten Nganjuk, atau kembali pulang ke Lumajang .

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin