FaktualNews.co

Dipantau Polisi, Proyek Pavingisasi di Desa Plemahan Jombang, Kembali Dibongkar ?

Peristiwa     Dibaca : 893 kali Penulis:
Dipantau Polisi, Proyek Pavingisasi di Desa Plemahan Jombang, Kembali Dibongkar ?
FaktualNews.co/Muji Lestari
Papan proyek baru pengerjaan jalam paving lingkungan di Dusun Mojodadi Desa Plemahan, Sumobito, Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Proyek pembangunan jalan paving lingkungan di Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang, yang menuai sejumlah kritik dari kalangan masyarkat mulai direspon polisi.

Setelah beberapa waktu lalu Kepala Desa (Kades) setempat dikabarkan dipanggil oleh Satuan Reskrim Polres Jombang untuk kepentingan penyelidikan dan pengumpulan keterangan, kini beberapa titik pavingisasi yang sempat dinilai asal-asalan, tampaknya akan dibongkar kembali.

Plt Kades Plemahan, Agus Harianto membenarkan hal ini. Agus tak menampik bahwa sebagian dari pekerjaan yang menggunakan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) setempat tahun 2019 ini telah berakhir.

Hanya saja, TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) desa setempat akan membongkar kembali beberapa titik yang dianggap tak sesuai sekaligus melakukan perbaikan.

“Memang, ini masih tanggung jawabnya TPK. Dan ada memang beberapa usulan, kami sengaja akan bongkar dan perlu diganti atau diperbaiki,” ujarnya melalui ponsel.

Berdasarkan pantauan, ada gundukan pasir yang sudah mulai tiba di lokasi proyek pavingisasi ini. Pasir tersebut diduga akan digunakan untuk melakukan perbaikan jalan desa setempat.

Selain dikeluhkan masyarakat soal kualitas dan pengerjaannya yang dianggap asal-asalan, dugaan tidak fairnya proyek DD ini juga dilihat dari pemasangan papan proyek yang sengaja dilakukan di akhir pekerjaan

Uniknya, papan yang telah terpasang ini kembali dicopot dan diganti dengan papan proyek yang baru.

Papan nama yang berisi nilai dan sumber anggaran, serta jenis pekerjaan, berikut nama pelaksana ini, baru terpasang setelah seluruh pekerjaan selesai. Di situ awalnya, nilai anggaran yang ditulis tertera Rp 105 juta. Namun, kini di papan proyek yang baru tercantum Rp 109 juta.

Menurut Agus, langkah ini sengaja dilakukan setelah pihak desa setelah mendapat arahan dan petunjuk dari Kecamatan.

“Benar memang kami ganti, itu sesuai instruksi dari Kecamatan untuk diganti. Hanya nilai anggaran saja yang kami rubah, kami tulis sesuai pagunya Rp 109 juta. Kalau sebelumnya yang kami cantumkan serapan Rp 105 juta, nanti Silpa berapapun kan ada laporannya,” terang Agus melalui ponselnya.

Pavingisasi sepanjang kurang lebih 244 meter dan lebar 3 meter ini, dibangun dengan pagu anggaran Dana Desa setempat tahun 2019 senilai kurang lebih Rp 109 juta.

Namun, proyek ini menuai protes lantaran pengerjaannya dinilai asal-asalnya dan tidak transparan lantaran papan proyek tidak pernah terpasang dari awal pembangunan dimulai.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas