FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gagal Tes Akademik, Puluhan Bacakades Pasuruan, Geruduk Kantor Pemkab

Politik     Dibaca : 522 kali Penulis:
Gagal Tes Akademik, Puluhan Bacakades Pasuruan, Geruduk Kantor Pemkab
FaktualNews.co/Aziz/
Puluhan massa yang sebagian ibu-ibu, beruunjukrasa di kantor Pemkab Pasuruan,

PASURUAN, FaktualNews.co – Puluhan warga bakal calon kepala desa (bacakades) yang tak lolos tes akademik dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pasuruan, Senin (28/10/2019) geruduk kantor Pemkab Pasuruan. Dengan bentangkan poster, spanduk mereka  berorasi bergantian.

Dalam aspirasinya mereka menyoal proses tahapan pilkades termasuk hasil tes akademis yang diberikan LPPM Universitas Brawijaya Kota Malang, yang dianggap ada kejanggalan.

“Kami menyampaikan aspirasi terkait hasil tes akademis yang janggal,” ungkap Ismail Maky, korlap aksi, saat berorasi di pintu masuk kantor Pemkab.

Mereka menganggap tak transparannya pihak panitia tes akademik yang tak meloloskan sekitar 50 bacakades. Mereka telah mengikuti seluruh proses tahapan mulai pendaftaran hingga tes akademik kemarin.

“Kami hanya ingin ketemu langsung dengan bupati terkait persoalan peraturan bupati,” katanya.

Mereka ditemui Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto. Dihadapan perwakilan massa, Budi menyampaikan bahwa Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf tidak berada di tempat. Demikian Wakil Bupati, KH Mujib Imron tak bisa temui mereka.”Aspirasi jenengan akan kami teruskan,” bebernya.

Puluhan bacakades yang ikut ngeluruk tersebut berasal dari Kecamatan Nguling, Grati, Lekok, Kraton, Pasrepan, Tutur, Rejoso, Rembang, Bangil, dan Pandaan.

Pertemuan berakhir dead lock, akibat Bupati Pasuruan gagal ditemui dan diarahkan untuk menunggu Sekda Kabupaten Pasuruan. Rencananya para perwakilan tetap akan temui Bupati.

Mereka mendesak Bupati Pasuruan untuk segera menemui mereka dan menjelaskan terkait tak lolosnya 50 bacakades pada tes akademik. Kalau upaya itu tetap temui jalan buntu.

Mereka mengancam dan melaporkan dugaan kecurangan terkait hasil tes akademis bacakades ke Polres Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin