FaktualNews.co

Hari Jadi Pamekasan, Suporter Sepakbola Beri Kado Mengerikan

Bola     Dibaca : 736 kali Penulis:
Hari Jadi Pamekasan, Suporter Sepakbola Beri Kado Mengerikan
FaktualNews.co/Mu;lyadi/
Beberapa spanduk hadiah untuk hari jadi Pamekasan.

PAMEKASAN, FaktualNews.co – Suporter Sepakbola Pamekasan X fans (PXF) memberikan kado cukup mengerikan terhadap Hari jadi Pamekasan yang ke 489. Kado tersebut berupa tulisan yang disebar di setiap pertigaan dan perempatan di wilayah kota Pamekasan.

“Tujuan kami memasang spanduk itu agar Pemkab Pamekasan juga memperhatikan Persepam sebagai salah satu icon sepakbola di Pamekasan,” kata Maskur Suporter Sepakbola Pamekasan, Rabu (30/10/2019).

Salah satu ucapan tulisan tersebut adalah “Selamat Hari Jadi Pamekasan. Sepakbola Pamekasan tak sehebat dulu lagi”. Tulisan tersebut terpampang di jalan Kabupaten Pamekasan atau depan SMK 3 Pamekasan, yang tertera di kain warna hitam dengan ukuran panjang.

Ucapan yang lainnya juga ditemukan di pintu masuk kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam ini. Dengan tulisan “Gelisah melihat Persepam Hancur”.

Ucapan sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap Pemkab Pamekasan tersebut disebabkan karena pemerintah membiarkan tim sepakbola Persepam yang asli Pamekasan tidak terurus dan dibiarkan begitu saja oleh Pemkab Pamekasan.

Bahkan, ucapan yang cukup mengerikan dipasang di pusat kota Pamekasan tepatnya di Monumen Arek Lancor (Arlan).

“Selamat hari jadi Pamekasan, Liga 3 2019 Misteri ?
Banyak yang serius, jadi ya diurus. Save 1970″

Selain itu, pihaknya meminta kepada Askab PSSI yang sudah berjanji untuk menjembatani suara suporter yang peduli penuh terhadap club ini untuk bertemu dengan Bupati Pamekasan yang sampai saat ini belum terealisasi.

“Kami ingin bertemu dengan pemilik PT yang sebelum sebelumnya untuk membahas kasus yang menjerat Persepam agar segera selesai,” ujarnya kepada wartawan FaktualNews.co.

Sementara itu, Ketua PSSI Pamekasan, Johan mengaku, jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Pamekasan. Intinya untuk mengakomodir masukan dari suporter sepakbola di Pamekasan yang meminta agar Pemkab mengurus dan menfasilitasi tim Persepam. Hanya saja hingga kini belum menemukan titik terang.

“Sudah cukup berusaha dan lobi ke Pemkab Pamekasan. Tetapi masih belum menemukan solusi,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Johan menjelaskan, pertemuan tidak hanya dengan Pemkab Pamekasan saja. Akan tetapi dengan Ahsanul Qosasi dan Sa’id Abdullah selaku orang yang pernah terlibat langsung dalam mengurus Persepam.

Sebab, untuk melakukan tindakan PSSI Pamekasan dilema dan repot dalam mengambil keputusan. Belum lagi utang yang hatus dibayar PSSI Pamekasan untuk Asprov PSSI Jatim terbilang cukup besar.

“PSSI Pamekasan serba repot dan dilema, apalagi PSSI Pamekasan harus menanggung utang sebesar Rp 870 juta oleh Asprov PSSI Jatim,” tandasnya.

Sejauh ini Pemkab Pamekasan, mengurusi tim sepakbola Pamekasan FC. Sementara tim sepakbola Persepam asli Pamekasan dan juga yang pernah ikut di kastat tertinggi Liga 1 Indonesia terbengkalai dan tak terurus.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin