FaktualNews.co

Ekskavasi Perahu Baja Kuno di Lamongan, Arkeolog Temukan Peluru Aktif dan Koin Kuno

Sosial Budaya     Dibaca : 1074 kali Penulis:
Ekskavasi Perahu Baja Kuno di Lamongan, Arkeolog Temukan Peluru Aktif dan Koin Kuno
Faktualnews/Faisol
Ekskavasi 3 perahu baja jaman kolonial di sungai Bengawan solo Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

LAMONGAN FaktualNews.co – Tim arkeolog menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

Pada hari ke-4 ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah menemukan peluru dan koin kuno dari lokasi perahu baja.

Temuan peluru aktif dan koin kuno ini semakin menguatkan asumsi awal yang menyebut perahu baja ini adalah perahu baja peninggalan masa kolonial.

Koin kuno yang berangka tahun 1902 dan 1909 adalah pecahan uang 2,5 sen dengan angka tahun 1909 dan pecahan setengah sen berangka tahun 1902.

“Selain berangka tahun, salah satu sisi mata uang juga ada tulisan Netherlands Indies. Ada juga yang bertuliskan huruf Jawa dan huruf Arab melayu atau huruf pegon,” kata Wicaksono Dwi Nugroho. Selasa (5/11/2019).

Tak hanya koin kuno, peluru aktif juga ditemukan saat ekskavasi perahu baja.

“Tak hanya koin kuno, Peluru aktif juga kami temukan kemungkinan digunakan untuk senjata jenis AK47,” jelasnya.

Terkait temuan menarik Badan Peninggalan dan Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan, selama proses ekskavasi ini adalah tentang keberadaan perahu baja itu sendiri.

Tim arkeolog, mengaku fakta perahu baja ini adalah perahu yang bersambungan atau gandeng seperti layaknya kereta api yang berasal dari masa penjajahan Belanda pada masa Perang Dunia pertama sampai Perang Dunia kedua.

“Panjang perahu kami perkirakan adalah 3,6 meter dengan lebar 1,5 perahu dan ada juga temuan pengait di perahu baja ini,” terang Wicaksono

Hingga kini BPCB Jatim, proses ekskavasi terhadap perahu baja masih terus berlangsung dan sudah berhasil menampakkan ketiga perahu untuk pengangkatan ke permukaan. Salah satunya dimulai dengan membuat bendungan di sekeliling perahu.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono