FaktualNews.co

Ilmuwan Sebut Rempah ini Dapat Mengurangi Depresi

Kesehatan     Dibaca : 73 kali Jurnalis:
Ilmuwan Sebut Rempah ini Dapat Mengurangi Depresi
FaktualNews.co/Istimewa
Seorang perempuan membersihkan saffron kering yang dikenal sebagai "emas merah" yang sering digunakan dalam makanan, cemilan, serta obat-obatan di Kota Mashhad, Provinsi Razavi Khorasan, Iran. (Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency).

SURABAYA, FaktualNews.co – Para ilmuwan menyatakan, safron, salah satu rempah yang biasa digunakan dalam berbagai bidang seperti kosmetik, obat-obatan dan makanan itu juga dapat digunakan untuk mengurangi depresi. Demikian dilansir Anadolu Agency, Selasa (5/11/2019).

Kantor berita China, Xinhua melaporkan sebuah penelitian di Australia menyimpulkan bahwa safron adalah salah satu tanaman termahal di dunia, yang dapat menyembuhkan depresi ketika digunakan dengan antidepresan farmasi.

Adrian Lopresti, seorang peneliti di Universitas Murdoch, mengatakan pihaknya menemukan orang yang menggunakan safron yang memiliki efek plasebo dapat mengurangi gejala depresi sekitar 21 hingga 41 persen dalam penelitiannya.

Plasebo adalah istilah obat yang dibuat tanpa bahan kimia, yakni sebuah pengobatan yang tidak memiliki dampak yang bertujuan untuk mengontrol efek dari pengharapan.

 

“Pengumpul safron”, salah satu fresko tentang safron di situs Akrotiti, pulau Santorini. (wikipedia.com)

 

Lopresti mengungkapkan bahwa saffron telah diidentifikasi memiliki banyak manfaat.

“Dalam pengamatan kami, kami melihat perbaikan dalam kualitas tidur, motivasi, keinginan untuk beraktivitas dan tingkat kesenangan yang dicapai dalam berkegiatan,” ujar dia.

Meski begitu, para ahli menjelaskan bahwa konsumsi safron berlebihan mungkin tidak baik untuk kesehatan mental seseorang, tetapi mereka menekankan perlunya melakukan studi lebih lanjut untuk mencapai hasil yang pasti.

Safron, rempah-rempah termahal di dunia yang dijuluki “emas merah” itu dijual dengan kisaran harga sekitar USD 3 ribu setiap kilogram.

Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
Anadolu Agency
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...