FaktualNews.co

Terbongkar, Motif Pembunuhan Pria di Jember yang Mayatnya Dicor di Lantai Musala

Kriminal     Dibaca : 139 kali Jurnalis:
Terbongkar, Motif Pembunuhan Pria di Jember yang Mayatnya Dicor di Lantai Musala
FaktualNews.co/hatta
Buhani, tersangka pembunuh suaminya saat di Mapolres Jember.

JEMBER, FaktualNews.co–Surono (51) tewas dibunuh anak dan istrinya sendiri. Jasad pria itu dikubur di bawah lantai musala rumahnya, Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.

Pembunuhan dilatarbelakangi persoalan didasari sejumlah motif. Mulai dari kisah asmara Busani (45) istrinya dengan selingkuhannya, kemudian motif cemburu kepada korban yang dituduh memiliki hubungan asmara dengan wanita lain.

Selain itu juga keinginan bersama dari kedua tersangka (istri dan anak kandung korban) untuk menguasai keuntungan dari panen usaha kebun kopi Rp 100 juta per tahun, milik korban.

“Untuk motif pembunuhan, ada dendam, asmara, dan perebutan warisan. Karena korban S (Surono) ini punya penghasilan meyakinkan, sehingga menggiurkan bagi kedua pelaku,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis kasus, Kamis (7/11/2019).

Informasi yang diperoleh polisi, Busani terlibat asmara dengan lelaki lain, yakni Jumarin.

“Bahkan setelah pembunuhan itu, saudara B (Busani) ini, menikah siri dengan saudara J (Jumarin) sekitar akhir Mei. Pernikahan itu juga disaksikan anaknya, BHR (Bahar),” ungkap mantan Kapolres Probolinggo kota ini.

Terkait pembunuhan yang dilakukan, kata Alfian, Jumarin tidak mengetahui sama sekali.

“Bahkan usai menikah, J ini juga tidak tahu jika ada jasad di dalam rumah. Bahkan sejak Oktober, mereka (Jumarin dan Busani) hidup seperti orang berumah tangga. Namun 15 hari sebelum terungkapnya kejadian (pembunuhan) ini, mereka berpisah (cerai),” sambungnya.

Alfian menjelaskan, kematian Surono selain ada kisah asmara antara istrinya dengan lelaki lain, diketahui juga ada dugaan kecemburuan Busani, karena menduga suaminya terlibat hubungan dengan wanita lain.

“Jadi selain kisah asmara antara B (Busani) dan J, juga ada unsur sakit hati dari B yang dikatakan mengetahui, jika korban S (Surono) punya hubungan dengan wanita lain berinisial I,” imbuhnya.

Bahar pun juga mengaku merasa sakit hati dengan bapaknya. “Karena BHR sering minta uang kepada korban, dan juga mengetahui jika S (Surono) ini, memiliki penghasilan setiap tahun, tepatnya Agustus kemarin, hasil panen kebun kopi mencapai Rp 100 juta,” jelasnya.

Namun belakangan setelah terjadi pembunuhan, keuntungan kebun kopi itu tidak dirasakan Bahar, tetapi malah dinikmati sendiri oleh Busani dan selingkuhannya.

“Sehingga BHR ini juga dendam kepada ibunya dan J, dan dalam keterangan polisi menuduh si J ini yang membunuh saudara S (Surono),” ungkapnya.

Terkait terungkapnya kasus pembunuhan yang dipendam di bawah musala itu, berawal dari cerita yang disampaikan Bahar kepada kepala dusun setempat.

“Sehingga kami berterima kasih atas laporan dari Pak Kasun itu, yang kemudian disampaikan ke polsek setempat, sehingga terungkap kasus pembunuhan ini,” pungkasnya.

Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...