FaktualNews.co

Pedagang Ayam Tiren di Mojokerto, Diringkus Polisi

Peristiwa     Dibaca : 310 kali Penulis:
Pedagang Ayam Tiren di Mojokerto, Diringkus Polisi
FaktualNews.co/Amanullah/
Kapolres Mojokerto saat memamerkan barang bukti di Mapolres Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Pihak Polres Mojokerto, berhasil mengunkap tempat pengelolaan jeroan ayam tiren ( mati kemarin ) di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Satu pelaku diamankan beserta belasan kilo gram ayam mati siap dikirim.

Adalah rumah Alex Suwardi (54) di Dusun Balong Lombok, Desa Bolong Mojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, yang digrebek polisi. Pasalnya, disinyalir menjadi tempat pengelolahan daging tak layak konsumsi yang disalurkan ke pasar tradisional.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Hariyatno mengatakan, kasus ini terbongkar berawal dari laporan masyarakat. Selanjutnya polisi mengecek ke lokasi dan mengetahui sejumlah pekerja sedang beraktivitas memotong ayam tiren.

“Kami amanakan seorang pelaku Alex Suwardi (54) warga asal Malang, pada Sabtu (09/11/19). Dia adalah sebagai pemiliknya,” ungkap AKBP Setyo Koes Hariyatno,Senin (11/11/19)

Di lokasi pengerebekan, petugas mendapati banyak ayam tiren yang siap diedarkan. Keterangan yang diperoleh,  ayam ayam tersebut bakal dijual kembali di wilayah Malang dengan harga yang lebih rendah.

“Pelaku ini hanya sebagai pengelola. Dia mendapatkan ayam yang sudah mati dari seseorang di wilayah Gondang. Kemudian diolah kembali dengan cara diambil pada bagian jeroanya dan dipisahkan dengan dagingnya,” terangnya.

Dari situ, kemudian dipacking dan dimasukkan kedalam mesin pendingin dan dijual. Keterangan pelaku, penjualan ayam tiren diambil langsung seseorang dari wilayah Malang.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan, sudah berapa lama dia beraksi. Sebab pelaku mengaku belum sampai mengedarkan ayam tiren tersebut, namun keburu ketangkap.

Tak hanya itu, untuk memastikan ayam ayam tiren mengandung zat berbahaya, polisi juga meminta pihak Dinas Peternakan dan dokter hewan Kabupaten Mojokerto, untuk memriksanya.

“Hasilnya ayam ayam ini memang berbahaya,” jelasnya.

Sementara itu, Alex pemilik produksi ayam tiren mengaku, sudah bertransaksi dengan pengusaha peternakan sebanyak dua kali. ” Pertama saya dikirimi dua kilo, kemudian dikirim lagi 10 karung sak ayam mati, namun saya kembalikan tujuh karung karena kebanyakan,” jelasnya.

Setiap satu kilo gram ayam tiren yang sudah dikelola, pelaku menjual kembali dengan harga di bawah umum, yakni sebesar Rp15 ribu perkilogramnya. “Kalau dari peternak, ayam mati per satu kilogram saya beli dengan harga dua ribu rupiah,” ujarnya.

Akibat perbuatannya pelaku terjerat undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...