FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sungai di Mojokerto Dipenuhi Sampah, Rawan Picu Banjir hingga Longsor

Lingkungan Hidup     Dibaca : 765 kali Penulis:
Sungai di Mojokerto Dipenuhi Sampah, Rawan Picu Banjir hingga Longsor
FaktualNews.co/amanullah
Kondisi Sungai Sadar di tengah kota Mojokerto yang dipenuhi kangkung hingga sampah.

MOJOKERTO, FaktualNews.co-Sejumlah sugai di Kabupaten Mojokerto banyak dipenuhi sampah. Padahal, sebentar lagi musim hujan tiba. Hal itu rawan timbulkan bencana banjir dan tanah longsor.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, terdapat sepuluh lebih sungai dipenuhi sampah.

Yakni Kali Kedung Soro dan Kali Margoyoso di Kecamatan Kemlagi, Kali Watu Dakon dan Kali Brangkal anak Sungai Brantas di Kecamatan Sooko.

Avor Wonoayu di Kecamatan Jetis, Kali Manting di Kecamatan Jatirejo, Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong, Kali Pikatan di Kecamatan Pacet.

Kemudian anak Sungai Sadar dan Kali Curah Klengkeng di Kecamatan Ngoro, anak Sungai Sadar, Kali Pasinan dan Kali Janjing di Kecamatan Pungging.

BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat mewaspadai bencana banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya, wilayah Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto kini memasuki peralihan musim.

Sehingga, lanjut Zaini, masyarakat diminta berwaspada dalam menghadapi bencana.

Terlebih banjir yang bisa saja mengancam sewaktu waktu lantaran banyaknya sungai yang dipenuhi oleh sampah.

Kata Zaini, dari hasil mitigasi tim dilapangan, terdapat beberapa sugai yang memang dipenuhi sampah. Sehingga bisa menimbulkan adanya bencana banjir di kala musim hujan turun.

“Musim penghujan dapat memicu terjadinya hidrometeorologi. Seperti bencana tanah longsor, banjir, angin kencang maupun bencana pancaroba,” ucapnya Senin (11/11/19).

Terlebih, bencana bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mula dari lingkungan yang tak terawat dengan baik. Ahli fungsi hutan, kebakaran hutan dan lahan serta buang sampah sembarangan.

“Bapak Wakil Bupati sudah mengirim surat ke OPD terkait untuk menindaklanjuti. Karena awal pergantian musim diikuti bencana hidrometeorologi.

Seperti yang terjadi di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Sabtu pekan kemarin. Selain itu, juga untuk diwaspadai beberapa sungai terdampak banjir tahun 2018 yang belum dibenahi,” katanya.

Dari hasil mitigasi BPBD, rata rata sungai dipenuhi sampah rumah tangga, tumbuhan enceng dan kangkung.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags