Pendidikan

Datang Digendong Sang Ayah, Korban Ambruknya Atap SDN Gentong Pasuruan Ingin Sekolah Lagi

PASURUAN, FaktualNews.co – Trauma Healing yang dilaksanakan oleh pihak SDN Gentong, Jalan Kiai Sepuh 49, Kota Pasuruan, di Madin Al Islamiyah, sejak Senin (11/11/2019) lalu, diikuti hampir seluruh murid di sekolahan tersebut.

Namun, sebagian murid lainnya tak ikut kegiatan tersebut, lantaran masih takut dan trauma pasca insiden ambruknya atap SDN Gentong, 5 November lalu.

Siswi-siswi yang mengikuti trauma healing ini, karena mereka ingin kembali bersekolah. Seperti keinginan bocah perempuan bernama Dina Hilda (11), murid SDN Gentong kelas 5A ini.

Dengan diantar ayahnya, Solikin (47), warga Jalan Kiai Sepuh Gang 20, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ia datang digendong ayahnya.

Tekad bulat ingin kembali bersekolah, terlontarkan dari bocah yang mendapatkan ranking 3 di kelasnya.

“Saya pingin sekolah. Tadi diantar sama bapak. Saya nggak kumpul sama teman-teman, khawatir kaki saya yang sakit ini terinjak. Jadi saya duduk di teras masjid. Kadang kaki terasa kaku,” kata dia, saat didampingi ayahnya, Kamis (14/11/2019).

Meski hanya duduk-duduk, bocah yang tampak ceria ini, tangannya juga bergoyang-goyang mengikuti alunan lagu ‘Goyang Maumere’ yang dipandu petugas konseling trauma healing.

“Anak saya berkeinginan masuk sekolah di trauma healing sejak hari Selasa kemarin. Rabunya nggak masuk karena masih tak memungkinkan,” papar Solikin.

Dina Hilda, pada saat terjadinya insiden ambruk atas di kelasnya pada Selasa 5 November lalu, tak mengetahui apa yang menjadi penyebab hingga jari kaki kirinya terluka.

Korban sempat dirawat di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan, selama tiga hari. Bahkan bocah pendiam dan selalu menebarkan senyum ini, kakinya juga di pen oleh tim medis.