ucapan idul fitri Faktual Media
ucapan idul fitri Faktual Media
ucapan idul fitri RSUD Jombang
FaktualNews.co

Soal TPA Pakusari, Ketua Komisi C DPRD Jember: Butuh Perluasan Lahan dan Penerapan Teknologi

Parlemen     Dibaca : 265 kali Penulis:
Soal TPA Pakusari, Ketua Komisi C DPRD Jember: Butuh Perluasan Lahan dan Penerapan Teknologi
FaktualNews.co/Muhammad Hatta
Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto saat dikonfirmasi wartawan

JEMBER, FaktualNews.co – Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menyoroti persoalan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Jember, Jawa Timur. Ini dilakukan saat kegiatan reses yang dilakukannya.

Dikatakannya, dengan semakin banyaknya tumpukan sampah, ditambah persoalan para pekerja yang dinilai asal-asalan, perlu adanya good will (itikad baik) pemerintah bersama DPRD Jember untuk segera mencari solusi yang tepat.

“Minggu kemarin (17/11/2019), saya melakukan giat reses, dan memilih menyoroti persoalan di TPA Pakusari,” kata David, kepada wartawan, Senin (18/11/2019) siang.

Perlu adanya penanganan profesional dan juga perluasan lahan untuk bisa menampung tumpukan sampah di sana.

“Karena kalau itu dilakukan, apalagi digarap secara profesional, bisa menjadi potensi luar biasa untuk menambah PAD kita. Jangan salah, hal itu bisa dilakukan,” ungkapnya.

Pihaknya berjanji, akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait, khususnya Pemerintah Daerah di bawah Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Penempatan orang-orang sebagai petugas di sana (TPA Pakusari), harus orang-orang profesional. Nanti akan kita dorong itu, agar disiapkan,” katanya.

Lebih lanjut, politisi Nasdem tersebut menjelaskan, setiap hari sampah yang masuk ke TPA Pakusari sebanyak 180 ton. Sedangkan, hanya 1 kwintal yang bisa dikelola per harinya.

“Dari sini dibutuhkan good will (itikad baik) dari Pemkab. Maka kedepannya, DPRD Jember bersama-sama Pemkab siap untuk memasukkan pengelolaan TPA Pakusari dalam perencanaan Pemkab Jember selama 5 tahun kedepan,” ujarnya.

“Jangan kemudian menjadikan jargon, buang sampah ibarat memindah persoalan. Yang benar persoalan itu diatasi untuk dicari solusinya,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...