FaktualNews.co

Direktur Pencegahan BNPT di IAIN Madura: PT Harus Kontra Narasi atas Propaganda Radikalisme

Politik     Dibaca : 418 kali Penulis:
Direktur Pencegahan BNPT di IAIN Madura: PT Harus Kontra Narasi atas Propaganda Radikalisme
FaktualNews.co/mulyadi
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Ir. Hamli, ME memaparkan tentang cara pencegahan dan manangkal paham radikalisme di IAIN Madura.

PAMEKASAN, FaktualNews.co-Direktur Pencegahan pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ir Hamli memaparkan tentang cara pencegahan dan menangkal radikalisme di lingkungan kampus IAIN Madura Pamekasan, Kamis, (28/11/2019).

Pria kelahiran Sampang tersebut menjelaskan, perguruan tinggi (PT) harus bisa melakukan kontra narasi terhadap propaganda radikalisme yang masuk ke kampus dan bersama-sama dengan BNPT melawan hoax, radikalisme, terorisme, baik secara online maupun online.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Di era milenial sekarang ini, kecanggihan teknologi komunikasi menjadi sarana utama kelompok radikal tersebut dalam melancarkan propaganda,” katanya.

Dihadapan para dosen, Perwira tinggi polri sejak 3 Januari 2017 menekankan, agar para mahasiswa dibekali sikap kritis dan pengetahuan yang luas. Sebab diakuinya, mahasiswa merupakan target utama dalam penyebaran radikalisme.

“Faktanya di Indonesia sudah banyak kampus yang terpapar radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

Selain itu, melawan narasi propaganda merupakan cara yang perlu dilakukan oleh kampus. Perguruan tinggi perlu menyebarkan pesan kedamaian demi menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya, narasi yang dibangun kelompok radikal biasanya mengangkat isu bahwa Islam terdzolimi, Islam dipojokkan, Islam dianaktirikan. Selain itu, mereka juga suka menggunakan sentimen kepentingan asing.

“Kalau ada kata itu Anda harus waspada., mereka selalu membawa emosi agar kita melawan asing, pemerintah, yang dianggap mendzolimi umat Islam.

Ketika itu dilontarkan maka harus waspada dan harus bertanya kepada orang yang lebih tahu, tanya ke dosen, rektor, kiai, ulama, yang lebih paham,” tandasnya.

Sementara itu, rektor IAIN Madura Mohammad Kosim mengatakan, bahwa IAIN Madura mempunyai komitmen untuk menangkal dan mencegah paham radikalisme. Bahkan, pihaknya mengaku akan mendirikan rumah toleransi di lingkungan Kampus.

“IAIN Madura terus mengkampanyekan untuk mencegah paham radikalisme,” Kata pria asal Sampang ini.

Selain itu, mantan aktivis PMII ini menambahkan, IAIN Madura terus berupaya untuk menebar luaskan Islam yang moderat. Ajaran Islam yang bisa menghargai semua golongan. Sebab, tugas utama dari PTKI untuk menyebarkan Islam rahmatan Lil alamin.

“IAIN Madura mempunyai komitmen untuk menyebarkan perdamaian dan menyebarkan virus Islam rahmatan Lil alamin untuk semuanya,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...