FaktualNews.co

Keluhkan Pelayanan PLN, Warga Jember Ini Ancam Lapor ke DPR RI

Peristiwa     Dibaca : 363 kali Penulis:
Keluhkan Pelayanan PLN, Warga Jember Ini Ancam Lapor ke DPR RI
FaktualNews.co/Muhammad Hatta
Martin saat mengecek meteran listrik di rumahnya.

JEMBER, FaktualNews.co – Seorang warga Jember bernama Martin Rachmanto, merasa dirugikan terkait penghitungan biaya listrik PLN di rumahnya, Senin (2/12/2019).

Warga yang tinggal di Perumahan Pondok Bedadung Indah Kebonsari Blok X-1, kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari ini, mengaku terpaksa membayar denda tagihan listrik hingga Rp 2 juta lebih. Menyusul adanya perubahan daya listrik di rumahnya yang secara tiba-tiba.

Martin menjelaskan, denda tersebut ia tanggung setelah PLN menilai dirinya telah mencuri listrik di luar daya saluran listrik yang ada di rumahnya.

“Daya listirik di rumah sebesar 900 VA. Tetapi tiba-tiba kemampuan konsumsi daya listrik menjadi 2.200 VA. Saya juga tidak merasa mengajukan atau menaikkan dayanya secara sengaja,” kata Martin, kepada wartawan.

Perubahan daya ini, lanjut Martin, diduga alat pembatas daya PLN yang seharusnya 6 ampere tiba-tiba berubah menjadi 12 ampere.

“Saya sebagai konsumen sudah beberapa kali mengadukan ini ke petugas pencatat meteran PLN dan petugas penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL),” sambungnya.

Dari petugas pencatat meter, Martin pun disarankan melapor ke PLN. Sedangkan dari petugas P2TL menjelaskan, bahwa kabel saluran yang ada di masing-masing titik lampu rumah terlampau kecil. Harus dirubah ke ukuran yang lebih besar agar saluran listrik lancar tidak panas tanpa hambatan, sehingga tidak berpengaruh pada biaya meter.

Namun, Martin merasa jawaban tersebut tidak memuaskan dan tidak sedikitpun mewakili PLN, terlebih lagi dirinya sebelumnya tidak ada kendala terkait aliran listrik di rumahnya.

“Sehingga, jika dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian yang baik, saya akan melaporkan hal ini, dan membuat surat ke komisi VII DPR RI. Agar nantinya komisi VII dapat memanggil dan meninjau kembali sistem kerja di perusahaan plat merah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Bagian Transaksi Energi PLN UP III Jember, Sani Alfian, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menjelaskan, bahwa untuk tagihan PLN bertindak berdasarkan temuan yang terjadi di lapangan. Kemudian temuan yang ada, langsung dituangkan dalam berita acara.

Menurut Sani, saat pelaksanaan pemeriksaan oleh PLN berlangsung, itu disaksikan oleh pelanggan.

“Saat itu pelanggan kami menerima hasil temuan dalam berita acara dan menandatanganinya tanpa paksaan,” katanya.

Seharusnya, lanjut Sani, jika kemudian pelanggan merasa keberatan atas temuan tersebut, pelanggan diperkenankan untuk meyampaikan keberatan.

“Dari situ PLN akan menerjunkan petugas (tim keberatan) untuk melakukan peninjauan ulang, tidak serta merta menyalahkan pelanggan dengan temuan yang ada,” ulasnya.

“Dari peninjauan tersebut hasilnya bisa berubah, kami pun tidak serta merta main hakim sendiri,” imbuhnya.

Lebih jauh, Sani menambahkan, bagi masyarakat yang merasakan hal serupa semua ada mekanismenya di PLN.

“PLN tidak serta merta langsung melayangkan tagihan yang sedemikian rupa kepada pelanggan,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
Tags
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...