FaktualNews.co

Kesetrum Jebakan Tikus di Sawah, Nyawa Petani di Ngawi Melayang

Peristiwa     Dibaca : 133 kali Jurnalis:
Kesetrum Jebakan Tikus di Sawah, Nyawa Petani di Ngawi Melayang
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Lokasi ditemukannya seorang petani yang tak berdaya hingga meninggal akibat tersengat aliran listrik sebagai jebakan tikus

NGAWI, FaktualNews.co – Nasib nahas menimpa Lamin (60), seorang petani asal Dusun Serut, Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Dia ditemukan tak berdaya oleh anakanya, akibat kesetrum aliran listrik sebagai perangkap tikus.

Informasi yang dihimpun, awalnya, Gunawan (38) anak korban pergi ke sawah milik orang tuanya itu, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 06.00 WIB.

Setibanya di sawah, dia hanya melihat sepeda motor ayahnya terparkir di pinggir sawah. Karena ayahnya tak ada di area sawah, Gunawan pun mencari orang tuanya menyusuri area persawahan.

Kaget bukan kepalang, saat Gunawan melihat Lamin tergeletak dengan posisi terlentang di area persemaian benih padi, yang ditabur di sawah milik orang tuanya itu.

Buru-buru Gunawan mendekatinya. Karena ayahnya tak berdaya diduga akibat tersengat aliran listrik, ia pun kemudian mencabut colokan yang tertancap di sumber listrik.

Selanjutnya, dia kembali ke tempat ayahnya yang masih memegang jebakan tikus yang sebelumnya teraliri listrik.

Saat dicek, kondisi ayahnya masih bernafas. Saat itu juga, Gunawan berteriak minta tolong. Hingga kemudian, warga sekitar yang berdatangan ke lokasi, segera menolong korban serta melarikan ke RS Widodo, Ngawi.

Namun, nasib berkata lain, korban dinyatakan meninggal oleh tim medis setibanya korban di RS tersebut. Selanjutnya, jenazah korban dibawa kembali ke rumah duka.

“Memang, ada laporan ada petani yang meninggal akibat tersengat listrik yang dipergunakan sebagai jebakan tikus,” jawab Iptu Sunarjati, Kapolsek Kwadungan, saat dihubungi Faktualnews.

Kapolsek Kwadungan juga mengimbau agar para petani tidak menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Editor
Arief Anas
Dapatkan Berita Terbaru Via:
Whatsapp
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...