FaktualNews.co

Kandas, Gugatan Praperadilan Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Lamongan 2015

Hukum     Dibaca : 226 kali Penulis:
Kandas, Gugatan Praperadilan Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Lamongan 2015
FaktualNews.co/Faisol
Kuasa hukum Irwan, tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2015 saat ditanya awak media.

LAMONGAN, FaktualNews.co-Gugatan atau permohonan praperadilan yang diajukan pihak Irawan Setiyadi, tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pilkada Lamongan 2015 ditolak hakim.

Penolakan praperadilan tersebut, oleh pengacara Irwan, yakni Umar Buwang, SH yang tergabung dalam Haidar, SH & Partners dianggap memberikan keuntungan bagi Kejari Lamongan.

Dan menilai Kejari Lamongan melakukan tindakan sewenang wenang terhadap kliennya dengan tanpa adanya pemberitahuan perpanjangan dan proses penyidikan serta penyelidilan yang tidak sesuai prosedur perundang undangan.

“Dalam konteks ini, hakim mengingatkan bahwa praperadilan hanya meliputi pembuktian administratif, aspek formil, tidak memasuki pokok perkara,” kata Buwang, Selasa (3/12/2019).

Meski merasa merugikan kliennya pasca putusan, Buwang, kuasa hukum Irwan mengatakan menghormati segala keputusan yang telah di putuskan oleh majelis hakim.

“Ini bagian upaya mencari keadilan dalam mendampingi Irwan Setiyadi, dan ketika majelis hakim mengatakan menolak keseluruhan gugatan, mau gimana lagi. Tetap kita patuh dan hormati keputusan itu,” lanjutnya.

Ketua Tim Nihrul Bahi Alhaidar, juga menegaskan sesegera mungkin akan berkordinasi dengan Tim Lawyer untuk menentukan langkah selanjutnya.

Karena tidak hanya tersangka 1, tapi juga ada calon kuat tersangka 2 yang terlibat dalam perkara Dana Hibah KPUD Lamongan tahun 2015 dengan dugaan total kerugian Rp 11 miliar lebih.

Diharapkan Kejaksaan yang memiliki wewenang bisa mengembangkan kasus korupsi itu, bisa mengunkap atau tidak.

“Setelah melakukan pembicaraan dengan Irwan, tidak mungkin klien saya melakukannya sendiri, pasti ada pihak lain yang membantu atau menyuruhnya,” jelas Gus Irul panggilan akrabnya.

Yang jelas, lanjutnya, kalaupun berkas Irwan sudah lengkap jangan berlama-lama menunggu untuk segera disidangkan, biar gak berlarut larut. “Itu yang akan kita koordinasikan juga dengan penyidik kejaksaan,” katanya.

Di sisi lain, hakim tunggal PN Lamongan, Agusty Hadi Widarto, menyatakan, permohonan Praperadilan ditolak dengan pertimbangan, Kejaksaan Negeri Lamongan punya kewenangan untuk menetapkan tersangka dan melakukan penahanan dan biaya perkara nihil.

“Menolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon untuk seluruhnya, membebankan biaya perkara sejumlah nihil,” terang Agusty Hadi.

Sebelumnya, penasihat hukum tersangka mempersoalkan penyelidikan, penyidikan dan perpanjangan penahanan yang dilakukan Kejaksaan.

Irawan Setiyadi sendiri ditetapkan sebagai tersangka pada (17/10/2019) terkait dugaan korupsi dana hibah pilkada 2015 dan langsung dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Lamongan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...